Jumat, 1 Maret 2024

Kades di Sidoarjo Disekap Warga, Ini Sebabnya

Zulkifli Fahmi
Jumat, 26 Mei 2023 15:10:45
Balai Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. (Dok. Berita Jatim)
Murianews, Sidoarjo – Elok Suciati, Kepala Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo disekap warganya sendiri di balai desa. Peristiwa yang menimpa Elok terjadi Rabu (24/5/2023). Kasus tersebut kini telah dilaporkan pada kepolisian setempat. Kapolsek Buduran, Kompol Heri Setyo Susanto membenarkan hal tersebut. ’’Memang benar, tapi itu bukan disandera, hanya warga mengunci pintu pagar balai desa,’’ kata Heri, seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (26/5/2023). Baca: Kasus Korupsi Mantan Kades Panjang Masuk Babak Baru Peristiwa itu bermula saat warga datang ke balai desa setempat, Rabu (24/5/2023) pukul 19.00 WIB. Saat itu, mereka menanyakan soal persyaratan pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Diduga, warga tak puas dengan penjelasan panitia PTSL. Mereka pun mengunci pagar balai desa. Akibatnya, sang kades pun tak bisa keluar dari sana. Mendapati informasi itu, polisi langsung datang ke lokasi. Sejumlah warga pun masih bertahan di balai desa. Meski tak menghalangi jalannya evakuasi, mereka meneriaki kades dan panitia PTSL dengan kata-kata ketidakbecusan mengurus PTSL. Akhirnya, Kamis (25/5/2023), pukul 03.00 WIB, Kades dan Panitia PTSL akhirnya berhasil dievakuasi. Mereka sempat tak bisa keluar dari balai desa sekitar enam jam. Baca: Mengenal Angel Emithasari Kades Cantik di Lamongan, Ini Profilnya ’’Panitia PTLS dan Kades dievakuasi oleh anggota melompat pagar Balai desa, dibawa pulang ke rumah masing-masing,’’ jelas Kapolsek Buduran Kompol Heri Setyo Susanto, Kamis (25/5/2023). Menurut warga, Hartono (43) penyekapan dilakukan lantaran mereka tak puas dengan kinerja panitia, perangkat desa, dan kades setempat soal PTSL. Aksi penyekapan sendiri pun dilakukan secara spontan oleh warga setelah mereka tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. ’’Karena kami tidak puas dengan jawaban panitia. Kemudian warga menghubungi Kades. Setelah kades datang di balai desa juga tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Sehingga warga secara spontan menggembok pintu pagar balai desa,’’ kata Hartono, Kamis (25/5/2023).

Baca Juga

Komentar