Kamis, 29 Februari 2024

Polisi Dalami Asal Usul Senpi yang Tewaskan Anggota Densus 88

Zulkifli Fahmi
Sabtu, 29 Juli 2023 14:11:00
Ilustrasi Senpi. (Pixabay)

Murianews, Jakarta – Ditreskrimum Polda Jawa Barat memeriksa terkait kepemilikan senjata api (Senpi) rakitan yang menewaskan anggota Densus 88 Antiteror Polri, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage.

Dua tersangka, Bripda IMS dan Bripka IG akan dimintai klarifikasinya terkait kepemilikan itu. Itu diungkapkan Dirreskrim Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan, Sabtu (29/7/2023).

’’Saat ini kita masih melakukan pendalaman, nanti kita akan lakukan konfrontir kepada dua orang ini tentang asal usul senjata,’’ katanya, seperti dikutip dari PMJ News.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Bripda IMS mengaku senpi rakitan yang menewaskan Bripda Ignatius itu milik Bripka IG. Hanya saja, masih belum terkonfirmasi kapan Bripka IG memiliki senpi itu dan kenapa senpi itu bisa dipegang Bripda IMS.

’’Jadi dari penyidikan yang kita lakukan senjata ini dipegang oleh IMS namun pengakuannya milik IG,’’ katanya.

Diberitakan, anggota Densus 88, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage tertembak senpi seniornya di Rusun Polri Cikeas Bogor. Bripda Ignatius kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Namun, Ignatius tak tertolong dan dinyatakan tewas saat tiba di rumah sakit. Polisi kemudian menetapkan dua oknum anggota Densus 88 Bripda IMS dan Bripka IG menjadi tersangka kasus penembakan terhadap Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage.

’’Untuk ancaman pidananya, pidana hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” ujar Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam konferensi pers, Jumat (28/7/2023).

Dalam kasus tersebut, tersangka Bripda IMS Bripda IMS dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP dan atau UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Sementara untuk tersangka IG dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP juncto Pasal 56 dan atau UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Komentar