Rabu, 28 Februari 2024

Pemuda Aceh Diduga Diculik dan Dibunuh Paspampres

Zulkifli Fahmi
Senin, 28 Agustus 2023 05:00:00
Ilustrasi penganiayaan. (Murianews)

Murianews, Aceh – Imam Masykur (25) warga Mon Keulayu, Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

Ibu Imam Masykur, Fauziah mengatakan, anaknya sempat menelepon keluarganya pada 12 Agustus 2023 lalu. Saat ini, Imam memiinta uang Rp 50 juta sebagai tebusan.

’’Uang itu buat diserahkan karena dia diculik. Saya tidak tahu apa masalahya,’’ katanya dikutip Murianews.com dari Kompas.com, Senin (28/8/2023).

Bahkan, dalam komunikasi itu, Fauziah menyebut sempat berbicara dengan pelaku yang meminta uang tebusan tersebut. Fauziah pun menyatakan sanggup memenuhi permintaan itu agar anaknya tidak dipukuli.

Sang pelaku juga mengancam, apabila uang tebusan tak dikirim, anaknya akan dibunuh dan mayatnya dibuang ke sungai.

Khawatir anaknya kenapa-napa, Fauziah kemudian mengusahakan uang tebusan itu. Namun, karena kondisi ekonominya, Fauziah tak kunjung mendapatkan uang Rp 50 juta itu.

Kemudian, 24 Agustus 2023, Fauziah justru mendapat informasi anaknya telah meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kodam Jayakarta kemudian menyerahkan jenazah Imam Masykur ke keluarganya di Aceh.

Fauziah pun mempertanyakan kesalahan yang dilakukan Imam Masykur sampai ia diculik dan dianiaya hingga tewas.

’’Apa salah anak saya Pak Jokowi, sampai dibunuh oleh oknum pengawal bapak?’’ kata Fauziah.

Fauziah pun mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawal kasus kematian anaknya. Ia memiinta agar anggota Paspampres, pelaku pembunuhan anaknya dihukum setimpal.

’’Kami minta keadilan dari presiden. Seberat-beratnya harus dihukum dia (pelaku). Agar jangan ada lagi korban lain seperti anak saya di negara ini,’’ katanya.

Fauziah menjelaskan, anaknya merantau ke Jakarta tahun lalu. Ia bekerja sebagai pedagang kosmetik dan empat bulan belakangan membuka kios sendiri di daerah Tangerang Selatan.

’’Sampai anak saya meninggal saya tidak tahu salah anak saya apa. Saya harap ini musibah terakhir untuk anak bangsa ini, cukup saya dan anak saya yang merasakan sakitnya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Danpaspampres Mayjen TNI Rafael Granada Baay mengatakan, anggota Paspampres terduga pelaku penculikan dan penganiayaan pada Imam Masykur telah ditahan di Pomdam Jayakarta.

Rafael mengatakan, terduga pelaku ditahan untuk dimintai keterangannya guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus itu pun, kini diselidiki penyidik Pomdam Jaya.

’’Terduga pelaku telah ditahan untuk diperiksa secara intensif terkait kasus tersebut. Saat ini pihak berwenang yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan,’’ katanya.

Kendati begitu, Rafael tak menjelaskan kronologi penculikan dan penganiayaan hingga membuat Imam Masykur tewas tersebut. Ia hanya memastikan peristiwa itu hanya dilakukan satu anggota Paspampres saja.

’’Yang jelas satu anggota Paspampres,’’ ujar dia.

Rafael memastikan, apabila benar-benar terbukti salah satu anggotanya itu melakukan tindakan pidana seperti yang disangkakan, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

’’Kami mohon doanya semoga permasalahan ini dapat segera diselesaikan,’’ ujar Rafael.

Komentar