Rabu, 21 Februari 2024

Edan! Dokter Gadungan Praktik 2 Tahun di Klinik Pertamina Cepu

Zulkifli Fahmi
Rabu, 13 September 2023 09:46:00
Ilustrasi dokter gadungan. (Murianews/Nafis)

Murianews, Surabaya – Kedok Susanto, pria lulusan SMA sebagai dokter gadungan akhirnya terbongkar. Pria asal Surabaya itu sempat menjadi dokter klinik K3 wilayah kerja Pertamina di Cepu melalui PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Bahkan, Susanto melakukan pekerjaan itu selama dua tahun. Dari aksinya menjadi dokter gadungan, Susanto menerima gaji Rp 7 juta plus tunjangan.

Melansir Tribunnews, Rabu (13/9/2023), kasus itu akhirnya terbongkar saat PT PHC mengurus perpanjangan kontrak kerja Susanto. Kini, Susanto telah diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dijelaskan, kasus itu bermula saat PT PHC membuka lowongan kerja dan merekrut pegawai secara online. Susanto yang melihat lowongan tersebut pun tertarik dan kembali melakukan penipuan.

Saat mengisi formulis pendaftaran, Susanto mencuri identitas dokter asal Bandung, dr Anggi Yurikno. Dokumen itu kemudian direkayasa hingga membuat Susanto berhasil diterima kerja.

Sementara itu Direktur Utama PT PHC dr Subardjo mengaku telah kecolongan. Meski begitu, ia memastikan bahwa tidak ada pasian yang menjadi korban.

Sebab, selama bekerja di klinik, Susanto hanya mengecek kesehatan pekerja Pertamina sebelum bekerja bukan memberi resep obat.

Diketahui, Susanto sendiri seorang residivis dengan kasus yang sama di Kalimantan pada 2011 lalu. Saat itu ia bekerja menjadi Dokter Obgin di RS Pahlawan Medical Center, Kandangan, Kalimantan Selatan.

Namun, lima hari bertugas, kepalsuannya terungkap setelah ketahuan grogi dan hampir salah penanganan saat operasi caesar.

Selanjutnya ia dilaporkan oleh Direktur RS tersebut, dan diproses pidana Polsek Kota Kandangan, dan dijatuhi vonis oleh PN Kandangan selama 20 bulan.

Sebelum tertangkap di Kalimantan, Susanto diketahui pernah bekerja sebagai dokter di Kabupaten Grobogan. Bahkan, ia pernah diangkat menjadi direktur utama rumah sakit swasta di Grobogan dan Kepala UTD PMI Grobogan.

Komentar