Rabu, 21 Februari 2024

Demo PMII Protes Revisi RTRW Jember Ricuh

Zulkifli Fahmi
Kamis, 14 September 2023 15:39:00
Aksi demonstrasi yang dilakukan PMII di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (14/9/2023) berujung ricuh. (Istimewa/Berita Jatim)

Murianews, Jember – Aksi demonstrasi yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (14/9/2023) berujung ricuh.

Aksi unjuk rasa PMII yang memprotes pembahasan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember itu mulanya berjalan damai. Namun, tiba-tiba aksi berubah menjadi rusuh.

Melansir dari Berita Jatim, Kamis (14/9/2023), pemicu rusuhnya aksi unjuk rasa itu yakni tak hadirnya semua perwakilan fraksi di DPRD Kabupaten Jember yang menemui para mahasiswa.

Dari tujuh fraksi yang dituntut untuk menemui para mahasiswa, hanya dua yang bersedia menemui, yakni Nurhasan dari PKS dan Sunardi dari Gerindra. Merasa dikibuli, PMII mencoba memaksa masuk.

Mulanya, para mahasiswa ingin mengecek sendiri keberadaan para anggota Dewan. Namun kemudian mereka meminta agar diizinkan masuk ke halaman gedung DPRD Jember untuk berorasi.

Permintaan itu ditolak kepolisian. Nurhasan sendiri menyebutkan kewenangan untuk memutuskan ada pada polisi.

Negosiasi alot pun terjadi. Mahasiswa menuntut agar bisa masuk. Akhirmya kericuhan pun pecah. Mahasiswa berusaha merobohkan pagar gedung DPRD Jember, sementara polisi dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja berusaha mempertahankan pagar tersebut.

Beberapa kali terjadi lemparan botol kemasan air mineral dan benda keras dari arah mahasiswa. Beberapa mahasiswa secara bergantian menendang pagar. Polisi pun menggunakan semprotan air mobil.water cannon untuk membubarkan massa.

Akibat insiden itu, seorang mahasiswa bernama Nanda Khairurrizal terluka pada bagian pipi.

”Saya kurang tahu kenapa terluka. Pada saat water canon menyemprotkan air, entah didorong polisi, kena pukul, atau kena tendang; saya jatuh,” katanya usai demo.

Kapolres Jember AKBP Mohammad Nurhidayat datang ke lokasi untuk memantau situasi. Dalam aksi itu, 243 personel disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

Ia pun menyebut, dalam koordinasi semalam, DPRD Jember siap menyambut para mahasiswa. ”Namun fakta di lapangan, ternyata ada kendala,” katanya

Aksi akhirnya berakhir setelah mahasiswa bertemu dua anggota DPRD Jember yakni Nurhasan dan Sunardi di depan gedung parlemen.

Mahasiswa membacakan tuntutan yakni menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk menghapus klausul pertambangan, menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk membuka ruang pastisipasi publik, menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk menghentikan pembahasan raperda sampai kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) divalidasi.

Komentar