Rabu, 28 Februari 2024

AKP Andri Bantu Selundupkan Sabu Jaringan Fredy Pratama

Zulkifli Fahmi
Senin, 18 September 2023 12:39:00
Ilustrasi penjahat. (Freepik)

Murianews, Lampung – Jaringan narkoba Fredy Pratama diketahui melibatkan oknum polri, AKP Andri Gustami. Salah satunya saat meloloskan penyelundupan ratusan kilogram sabu-sabu dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Erlin Tangjaya menjelaskan, AKP Andri disebut ’kurir spesial’ di jaringan Fredy Pratama. Erlin mengungkapkan, AKP Andri berkomunikasi langsung dengan Muhammad Rivaldo Miliandri Silondae alias kif yang merupakan tangan kanan Fredy Pratama

Erlin mengatakan, pola yang dilakukan sama seperti yang dilakukan David, suami dari Adelia Putri Salma. Yakni, berhubungan langsung dengan Kif.

Erlin menjelaskan, Kif merupakan operator jaringan narkoba Fredy Pratama. Dia menjalani tugas itu selama dua tahun terakhir. Wilayah yang dipegang yakni Sumatera dan Jawa.

”Ia bertanggung jawab menerima sabu yang dikirim dengan total ratusan kilogram setiap bulannya. Sabu tersebut diterima Kif di Lampung, untuk kemudian disebar ke berbagai daerah,” katanya, dikutip dari Detik.com, Senin (18/9/2023).

Erlin mengungkapkan, jaringan narkoba Fredy Pratama menyelundupkan barang haram itu dengan berbagai modus. Namun, rata-rata modus yang digunakan yakni menyembunyikan barang haram itu ke dalam barang elektronik seperti AC portabel atau mesin cuci.

Kif bersekongkol dengan AKP Andri untuk meloloskan barang haram tersebu saat melewati Pelabuhan Bakauheni. Adapun sabu yang diselundupkan jumlahnya ratusan kilogram per bulan.

”Menurut keterangan Kif, setiap bulan itu masukkan barang (sabu) 100 hingga 500 kilogram,” ujar Erlin.

Atas persekongkolannya dalam jaringan narkoba itu, AKP Andri akan segera disidang kode etik. Bahkan dia juga terancam dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

”Polda Lampung akan segera menggelar sidang kode etik dan akan memberikan sanksi PTDH kepala mantan Kasatnarkoba Polres Lampung Selatan AKP AG, selain sanksi pidana,” tegas Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika.

Komentar