Kamis, 29 Februari 2024

Usai Kabakaran, Koleksi Museum Nasional Mulai Dipulihkan

Zulkifli Fahmi
Kamis, 21 September 2023 12:05:00
Tim pengelolaan koleksi melakukan proses penanganan konservasi tahap ringan untuk mengidentifikasi arca berbahan perunggu yang telah berhasil dievakuasi. (Istimewa/Dok. MNI)

Murianews, Jakarta – Museum Nasional Indonesia mengalami kebakaran, Sabtu (16/9/2023). Ratusan koleksi benda bersejarah di sana telah berhasil dievakuasi ke tempat penyimpanan sementara.

Saat ini, Tim Pengelola serta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama Tim Khusus Penanganan Unit Museum Nasional Indonesia (MNI) telah melakukan invetarisasi dan pendataan.

Proses inventarisasi dan pendataan dilakukan sejak Senin (18/9/2023). Ratusan koleksi itu kemudian diteliti tingkat kerusakannya akibat kebakaran tersebut.

”Kami saat ini dalam proses melakukan identifikasi, analisis tingkat kerusakan, pembersihan dan penanganan konservasi tahap awal. Dari benda bersejarah yang terdampak, koleksi yang sudah berhasil dievakuasi dan diteliti pada Selasa merupakan koleksi dari Galeri Perunggu. Beberapa koleksi yang ditemukan masih cukup utuh dan langsung dapat diidentifikasi,” ujar Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra dikutip dari laman resmi Kemdikbudristek, Kamis (21/9/2023).

Dalam proses pemulihan itu, Tim MNI melibatkan ahli konservator, arkeolog, antropolog, budayawan, sejarawan, curator, dan akademisi. Pelibatannya untuk menyusun perencanaan pemulihan MNI ke depan.

Kerja sama itu juga ditujukan untuk peningkatan sistem keamanan dan pengamanan koleksi benda bersejarah di seluruh museum dan cagar budaya di Indonesia. Itu yang menjadi perhatian utama MNI.

MNI juga telah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjalankan pemulihan, termasuk dengan mitra dari luar negeri.

”Kami telah berbicara dengan pemerintah Prancis secara khusus, karena pengalaman para ahli di sana dalam melakukan pemulihan pasca-kebakaran Notre-Dame di Paris pada 2019. Kami juga sudah berdiskusi dengan pemerintah Belanda mengenai berbagai aspek pemulihan, khususnya terkait pembangunan gedung cagar budaya dan manajemen koleksi,” ujar Mahendra.

 

Komentar