Kamis, 29 Februari 2024

Kaesang Jadi Ketum, PSI Dompleng Nama Jokowi?

Zulkifli Fahmi
Selasa, 26 September 2023 17:08:00
Kaesang Pangarep resmi menjadi anggota PSI. (istimewa/@psi-id)

Murianews, Jakarta – Dipilihnya Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI mendapat sorotan dari berbagai pihak. Mereka menilai PSI mendompleng nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meraup suara pada Pemilu 2024.

Salah satunya diungkapkan Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana. Ia menganggap PSI tidak memiliki independensi dan bergantung terhadap Jokowi dengan memilik putra bungsu presiden sebagai pimpinan partai.

”Soal PSI yang terkesan tidak memiliki independensi dan ketergantungan dengan Pak Jokowi yang ditunjukkan dengan adanya penetapan Kaesang dengan sangat cepat dari penerimaan sebagai anggota hingga langsung menjadi ketum partai,” kata Aditya dikutip dari Suara.com, Selasa (26/9/2023).

Aditya juga menilai PSI telah mempertontonkan pembelajaran politik yang instan pada anak-anak muda untuk belajar berpolitik. Sebab, Kaesang baru saja bergabung dan kemudian ditunjuk menjadi ketua umum.

”Ini menurut saya, menjadi pembelajaran yang tidak bijak bagi anak-anak muda yang ingin berpolitik, namun contoh yang dipertontonkan adalah pelajaran instan, bukan berproses,” kata Aditya.

Komentar serupa juga disampaikan Pengamat Politik Ray Rangkuti. Ia menyebut pemilihan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI merupakan hal yang paling menggelikan di ruang politik bulan ini.

”Seperti sim salabim. Baru sehari bergabung langsung didapuk menjadi ketua umum. Tujuannya jelas: meraih suara pada pemilu 2024 yang akan datang,” kata Ray.

Menurut Ray, PSI telah mengabaikan banyak aspek dalam penunjukan Kaesang sebagai ketua umum. Bahkan, lanjut dia, untuk organisasi yang paling sederhana sekalipun, ada tata cara, waktu, sarat dan pelibatan anggota di dalam pemilihan ketua umum.

”Ini, seperti orang Mandailing menyebutnya: belum masak tandan pisang, dia sudah jadi ketua umum,” kata Ray.

Ray bahkan menyebut PSI seperti perusahaan keluarga, di mana posisi ketua umum dipergilirkan bukan karena sederet alasan ideal, tapi semata demi meraup suara.

”Dan demi kepentingan suara itu, kualitas-kualitas personal diabaikan lalu ditukar dengan kualitas bapakisme. Kaesang adalah anak presiden, dan PSI hendak meraup suara pemilih yang memilih berdasar popularitas pak Jokowi,” kata Ray.

Komentar