Jumat, 1 Maret 2024

Kasus Bocah SD Dicolok Matanya di Gresik Menuju Damai, Tapi…

Zulkifli Fahmi
Rabu, 27 September 2023 05:22:00
Ilustrasi bullying pada anak. (Pixabay)

Murianews, Gresik – Kasus Bocah SD di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dicolok matanya sampai alami kebutaan bakal diselesaikan secara damai. Itu setelah keluarga korban membuka pintu damai untuk pelaku.

Skenario damai ini diungkapkan pengacara korban, Abdul Malik. Upaya damai ini dibuka lantaran korban dan pelaku sama-sama masih berstatus anak-anak.

Abdul Malik mengatakan gambaran terduga pelaku dalam kasus ini telah didapatkan. Pihaknya pun telah menyerahkan gambaran itu pada polisi.

”Sudah kita serahkan ke polisi gambaran (pelaku), (nama?) Iya, anak kelas 4," kata pengacara, dikutip dari Merdeka.com, Rabu (27/9/2023).

Meski membuka skenario damai, keluarga korban memberikan syarat yang harus dijalankan terduga pelaku. Yakni, terduga pelaku dan orang tuanya harus meminta maaf pada korban dan keluarganya.

Jika hal itu terjadi, maka pihaknya siap untuk memaafkan dan berdamai dengan pelaku. Namun, terduga pelaku harus mau mengakui terlebih dahulu perbuatannya.

”Begini, sebenarnya orangtuanya dan pelaku ini minta damai, ya monggo. Tapi dia harus mengaku, biar klien saya ini tidak di-bully, itu saja,” katanya.

Malik mengungkapkan, pihak korban berprinsip akan mencabut perkara itu di kepolisian apabila orang tua pelaku dan pelaku mau meminta maaf secara jujur serta mengakui perbuatannya.

Namun sebaliknya, jika orang tua terduga pelaku masih kaku, maka ia tak segan untuk terus memproses perkara ini.

”Pokoknya kalau mau meminta maaf, perkaranya kami cabut. Kami kan kasih gambaran kelas 4, jenenge (namanya) ini, polisi mengantongi ini, kan anak kecil ini. Kalau ibunya kaku (keras kepala) ya teruskan (proses pidananya), kalau minta maaf ya kami fasilitasi (berdamai) karena ini masih anak-anak,” ujar pengacara.

Untuk proses damai itu, pihak keluarga korban juga sudah meminta polisi agar dapat mempertemukan kedua belah pihak. Dengan begitu, korban bisa menunjukkan ke polisi siapa pelaku penusukan matanya itu.

”Kemarin kami sudah dilakukan BAP semua, sudah teken semua. Kami sudah kasih masukan pada polisi, datangkan anaknya nanti korban akan menunjukkan,” tambahnya.

Skenario perdamaian itu pun sudah diungkapkannya pada polisi. Hal itu terjadi ketika pihaknya dilakukan pemeriksaan oleh polisi beberapa waktu lalu.

”Karena ini anak-anak, orangtuanya minta maaf, ya sudah itu tidak usah dipublikasikan. Nanti polisi tinggal rilis (sudah terjadi perdamaian), selesai,” kata Abdul Malik.

Abdul Malik berharap, skenario damai ini berjalan. Dengan demikian, pihaknya tinggal konsentrasi memikirkan proses penyembuhan mata korban saja.

Diketahui, seorang siswi SD di Kabupaten Gresik diduga mengalami kebutaan mata gara-gara ditusuk menggunakan tusukan cilok. Mirisnya, pelaku diduga merupakan kakak kelas korban yang berniat memalak korban.

Peristiwa ini terjadi pada 7 Agustus 2023 lalu. Saat itu, korban mengikuti lomba 17 agustusan yang diselenggarakan di sekolah.

Tiba-tiba, korban didatangi pelaku dan ditarik ke sebuah lorong disekitar sekolah. Korban kemudian dipalak dan dimintai uang oleng pelaku.

Karena tidak mau menuruti, pelaku akhirnya emosi dan melakukan penganiayaan kepada korban hingga mata sebelah kanan mengalami cedera akibat ditusuk dengan menggunakan tusuk cilok.

Mengetahui peristiwa itu, orang tua korban langsung membawa putrinya ke rumah sakit Cahaya Giri Bringkang. Namun, oleh rumah sakit setempat, korban dirujuk lagi ke RS Dr. Soetomo Surabaya dan menjalani pengobatan hingga saat ini.

Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit ada syaraf mata kanan korban yang sudah tidak lagi berfungsi. Korban pun trauma dan ketakutan.

Komentar