Jumat, 23 Februari 2024

Napi Pengguna Narkoba Bakal Dapat Grasi Massal dari Pemerintah

Zulkifli Fahmi
Selasa, 17 Oktober 2023 12:05:00
Menkopolhukam Mahfud MD. (Twitter @mohmahfudmd

Murianews, Jakarta – Napi pengguna narkoba bakal mendapatkan grasi massal. Saat ini, pemerintah tengah membahas rencana itu. Rencana grasi massal untuk pengguna narkoba itu diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

Saat ini, rencana grasi massal itu masih dalam pembahasan di Kemenko Polhukam. Pemberian grasi itu diberikan lantaran separuh lebih penghuni lapas merupakan pengguna narkoba.

”Ya kami sedang (bahas), tapi belum dibahas di kabinet, tapi di tingkat polhukam koordinasi kami sedang merencanakan suatu pemberian grasi massal. Itu Anda tahu ndak jumlah sekitar 270 ribu penghuni lapas itu 51 persennya adalah narkoba,” kata Mahfud dikutip dari Republika, Selasa (17/10/2023).

Ia mengatakan, setelah pembahasan di tingkat Menteri selesai, hasilnya akan disampaikan pada Presiden untuk diputuskan dalam sidang kabinet. Rencananya grasi massal diberikan sebelum akhir 2024.

”Oh iya, kalau itu kan untuk rencana pemberian grasi massalnya itu kan diusahakan sebelum 2024 berakhir itu sudah bisa dilaksanakan,” ujar dia.

Mahfud menyebut ada proses seleksi dalam pemberian grasi tersebut. Pemerintah nantinya mengecek satu per satu pengguna narkoba lebih dulu untuk mengetahui kelayakannya menerima grasi.

”Narkoba itu banyak juga karena sebagai pengguna, kemudian kadang kala ada di antaranya yang mungkin terjebak oleh temannya, terjebak oleh aparat nakal dan sebagainya. Itu nanti akan diteliti satu-satu lalu kita akan usulkan pemberian grasi massal,” kata Mahfud.

Pemberian grasi massal pada pengguna narkoba juga bakal didiskusikan lebih dulu dengan Mahkamah Agung. ”Itu sedang kami rancang sekarang,” ujar dia.

Menurut Mahfud, pemberian grasi massal ini sebelumnya juga pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Namun, grasi massal saat itu hanya diberikan kepada pelaku tindak pidana ringan.

”Banyak protes waktu itu, tapi ternyata efektif dan yang bersangkutan mereka yang diberi grasi itu juga baik-baik aja gitu. Waktu Covid kan gak boleh berdekatan waktu itu kan, lalu diseleksi. Nah, udah pernah. Nah, ini akan kita lakukan untuk narkoba,” kata Mahfud.

Komentar