Rabu, 28 Februari 2024

Gunakan Uang Korupsi, Eks Kades Lontar Serang: Tiap Hari Hiburan

Zulkifli Fahmi
Rabu, 1 November 2023 16:52:00
Ilustrasi Borgol. (Freepik)

Murianews, Serang – Dana desa senilai Rp 925 juta di Desa Lontar Kabupaten Serang lenyap untuk foya-foya, karaoke, dan nyawer Lady Companion (LC). Itu terungkap dalam sidang korupsi dana desa dengan terdakwa Aklani yang tak lain mantan Kepala Desa Lontar.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (31/10/2023) itu, Aklani dicecar sejumlah pertanyaan dari hakim Dedy Adi Saputra. Salah satunya soal penggunaan dana desa 2020 dan proyek fiktif di periode itu.

Mulanya, Dedy menanyakan pekerjaan rabat beton di RT 3 RW 4 desa setempat. Aklani pun menjawab pekerjaan senilai Rp 70 juta itu tidak dikerjakan.

Kemudian, jawaban serupa juga diutarakan Aklani saat hakim menanyakan pekerjaan rabat beton RT 19 RW 5 yang senilai Rp 213 juta.

”Nggak dikerjakan Yang Mulia,” ujarnya dikutip dari Detik.com, Rabu (1/11/2023).

Kemudian, kegiatan pelatihan sevice handphone senilai Rp 40 juta untuk program penanggulangan Covid-19 bagi warag Lontar, dan beberapa anggaran yang dikorupsi juga ditanyakan hakim.

Anggaran yang dikorupsi itu yakni, bantuan provinsi senilai Rp 50 juta, pembayaran tunjangan penghasilan untuk pegawai desa Rp 20 juta dan setoran pajak Rp 8 juta.

Aklani menyatakan kegiatan itu telah dikerjakan dan pembayarannya dilakukan bendahara desa. ”Dibayarkan lah sama bendahara,” jawabnya.

Pada majelis hakim, Aklani mengaku menggunakan dana desa untuk pribadi sebanyak Rp 200 juta lebih. Padahal berdasarkan temuan, kerugian negara atas tindakan terdakwa angkanya hampir Rp 1 mliar.

”Ini total hampir semiliar, banyak banget ini di kemanakan?” tanya hakim.

Aklani menyebut sebagian memang digunakan untuk pribadi. Namun, staf lainnya juga merasakan uang panas itu.

”Malu ngucapinnya. Kalau saya pake (kira-kira) Rp 275 juta buat hiburan dengan staf-staf,” ujarnya.

Aklani mengakui uang itu digunakan untuk berkaraoke dan menyawer LC di wilayah Cilegon. Ia menyebut setiap karaoke, pasti mengajak para perangkat desa mulai dari Sekdes sampai Kaur Desa.

”Karoke yang mulia. Nyanyi-nyanyi doang. Ya kalau hiburannya tiap hari. Tiap hari hiburan terus. Ya mungkin ditotal (senilai itu). Nyawer setiap hari ada Rp 500 ribu-Rp 700 ribu,” katanya.

Eks Kepala Desa Lontar, Kabupaten Serang, Aklani didakwa melakukan korupsi dana desa sebesar Rp 925 juta. Kades periode 2015-2021 ini menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi termasuk membuat proyek fiktif.

Komentar