Kamis, 29 Februari 2024

Jokowi Singgung Prabowo saat Sebut Indonesia Butuh Pemimpin Kuat

Zulkifli Fahmi
Selasa, 7 November 2023 17:04:00
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto dan Mendag Zulkifli Hasan saat menghadiri Rakernas LDII, Selasa (7/11/2023)

Murianews, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung nama Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan saat membahas karakter pemimpin yang dibutuhkan Indonesia.

Itu diungkap saat Jokowi membuka Rakernas LDII di Jakarta, Selasa (7/11/2023). Prabowo Subianto juga hadir dalam acara tersebut.

Mulanya, Jokowi menguraikan tantangan global yang dihadapi Indonesia ke depannya. Dalam menghadapi tantangan itu, Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat agar Indonesia bergerak menjadi negara maju.

Usai menguraikan itu, Jokowi kemudian guyon dengan membahas sajian seni pencak silat di pembukaan acara itu. Saat guyonan itu, ia kemudian menyinggung Prabowo yang merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI).

”Sekali lagi, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat. Tadi yang ditampilkan tadi pencak silat tadi benar karena ketuanya Pak Prabowo, Sekjennya Pak Teddy. LDII Kalau gini-gini pinter banget. Memberi simbol-simbol gitu lho,” kata Jokowi disambut gelak tawa seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/11/2023).

Di kegiatan itu, Jokowi menguraikan tantangan-tangan yang harus dihadapi Indonesia untuk menuju Indonesia Emas 2045. Mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga terjadinya perang.

”Peluangnya ada, tetap tantangannya juga sangat besar. Inilah kenapa ke depan sekali lagi dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, kepemimpinan Nasional yang mempersatukan, kepemimpinan nasional yang mau merangkul semuanya untuk kekompakan, kesolidan, untuk persatuan negara ini dalam mencapai sebuauh cita-cita besar: Indonesia Emas 2045,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui Prabowo Subianto maju menjadi bakal calon presiden. Ia maju dengan didampingi Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak pertama Jokowi dan diusung Koalisi Indonesia Maju.

Komentar