Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasien positif kedua di Rembang ini merupakan seorang pria berusia 37 tahun. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rembang dr Ali Syafi’i membenarkan hal ini.

Menurut dia, pasien berasal dari Kecamatan Rembang, yang sebelumnya sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ia menyebut, hasil swab pasien baru diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang pada Kamis (2/4/2020) hari ini.

“Pemeriksaan laboratorium dilakukan di BBTKLP Yogyakarta, dan hasilnya kami terima hari ini,” katanya.

Ia menyatakan, dari hasil penelusuran pasien tersebut punya riwayat mengunjungi Semarang. Sepulangnya dari ibu kota Jawa Tengah itu, pria tersebut mengalami meriang, batuk dan sesak nafas, yang merupakan gejala awal terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Rembang itu menyatakan, setelah pasien mendapat gejala itu langsung dinyatakan sebagai PDP dan menjalani isolasi di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Proses perawatan ini dilakukan sejak 21 Maret 2020 lalu.

“Saat ini kondisi pasien sudah mulai membaik, sudah tidak sesak napas dan bahkan tidak diinfus,” ujarnya.

Baca juga: 
Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat agar tidak khawatir untuk berobat ke RSUD Rembang. Pasalnya saat masuk ke RSUD pasien tersebut langsung ditangani di ruang khusus Covid-10.Letak ruang isolasi ini juga terpisah dari UGD dan tak melewati ruang tunggu maupun ruang pendaftaran untuk pasien lain.“Saat ini yang bersangkutan mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi sesuai dengan protap penanganan pasien positif Covid-19. Memang ruang isolasi itu bertujuan agar penyakit ini tidak menyebar ke orang lain atau ke siapapun yang ada di rumah sakit itu, RSUD juga menerapkan prosedur yang ketat, alurnya juga berbeda dengan pasien umum, sehingga tidak perlu dikhawatirkan, ” ujarnya.Saat ini RSUD memiliki 13 ruang isolasi Covid-19. Dalam waktu dekat ruang isolasi ini akan ditambah 10 ruang lagi.Reporter: Ali MuntohaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler