Apa Itu Teori Komunikasi Hati yang Digagas Profesor Puji Lestari? (4/5)
Ali Muntoha
Senin, 6 Maret 2023 08:15:05
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
’’Memahami komunikasi hati sama dengan melakukan manajemen hati. Seseorang yang melakukan manajemen komunikasi hati mampu merefleksikan dirinya untuk memahami situasi yang sedang dialami,’’ jelas Prof Puji Lestari.
Teori Komunikasi Hati dengan segala bentuk implementasi dalam kehidupan, pada dasarnya bisa menjadi solusi dalam permasalahan komunikasi yang dihadapi.
Komunikasi yang diawali dengan tata kelola hati mampu menjadi solusi dalam proses penyampaian pesan dari komunikator dan bagaimana pesan bisa diterima serta dimaknai oleh komunikan.
Komunikasi hati banyak dikaitkan dengan level komunikasi intrapersonal, sedangkan komunikasi dari hati ke hati berada pada level interpersonal. Kedua level komunikasi ini berkaitan dengan Teori Interaksi Simbolik.
Teori Interaksi Simbolik adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia, yakni komunikasi atau pertukaran simbol-simbol yang diberi makna, bahwa individu dapat ditelaah dan dianalisis melalui interaksinya dengan individu yang lain.
Teori Interaksi Simbolik menekankan pada pentingnya konsep diri dan persepsi yang dimiliki individu berdasarkan interaksi antara satu individu dengan individu lain.
Sementara Teori Komunikasi Hati lebih menekankan pada bagaimana menciptakan proses komunikasi melalui olah pikir dan olah rasa yang membentuk harmoni dalam hubungan.
Sementara Teori Komunikasi Hati lebih menekankan pada bagaimana menciptakan proses komunikasi melalui olah pikir dan olah rasa yang membentuk harmoni dalam hubungan.
’’Kedua teori tersebut memiliki kesamaan fungsi, yaitu digunakan untuk menganalisis secara intrapersonal dan interpersonal,’’ lanjut Prof Puji.
Komunikasi intrapersonal merupakan aspek penting dalam terwujudnya komunikasi yang efektif. Tindakan manusia dikatakan baik apabila tercipta hubungan baik dengan diri sendiri. (Bersambung)
Penulis: Ali MuntohaEditor: Deka Hendratmanto


