Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan kondisi suhu di Madinah yang sangat panas ini, para jemaah haji terutama lansia diminta tak memaksakan diri.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Liliek Marhaendro Susilo saat konferensi pers Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat Kamis (25/5/2023), seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, mengimbau agar jemaah haji menghindari aktivitas di luar ruangan secara berlebihan.

”Para jemaah khususnya para lansia untuk tetap menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas di luar ruang. Mengingat saat ini kondisi cuaca di Madinah sedang dalam kondisi terik panas dengan suhu mencapai 40 derajat,” katanya.

Baca: Jemaah yang Wafat setelah Masuk Asrama Haji akan Dibadalhajikan Pemerintah

Jemaah haji diminta untuk menghemat tenaga, aga bisa menyelesaikan rangakain haji utama seperti wukuf di Arafah.

Terlebih menurutnya, biasanya banyak jemaah haji yang melakukan salat berjemaah sebanyak 40 waktu atau arbain saat tiba di Madinah. Liliek mengimbau agar ini tidak perlu dilakukan jika merepotkan atau bahkan membahayakan jiwa.Terutama bagi jemaah lansia, tidak perlu memaksakan salat berjemaah di Masjid Nabawi di tengah cuaca yang sangat panas ini. ”Jemaah juga bisa menunaikan salat di pemondokan, untuk menghindari kelelahan," katanya.Baca: Gagal Berangkat Haji? Jangan Sedih, Simak Baik Kisah IniPara jemaah haji juga diimbau selalu mengunakan alas kaki dan kaus kaki untuk menghindari kaki melepuh.”Jika kehilangan alas kaki, jangan memaksakan diri pulang ke hotel tanpa sandal di siang hari. Sebab, jalanan yang dilalui sangat panas. Hubungi petugas yang ada di sekitar jemaah," ungkap Liliek.Jemaah haji juga disarankan selalu membawa dan minum air mineral 200 ml/jam secara teratur untuk menghindari dehidrasi. Jemaah diimbau meminum oralit satu sachet per hari dicampur dengan 300ml air mineral untuk memulihkan kebugaran tubuh.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler