Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menkopolhukam Mahfud MD menyebut jika informasi yang disampaikan Denny Indrayana itu masuk kategori membocorkan rahasia negara. Karena MK sampai saat ini belum mengumumkan putusan atas gugatan terkait sistem proporsional terbuka pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Namun Denny Indrayana membantah jika informasi yang disampaikan melalui akun Twitternya itu sebagai membocorkan rahasia negara.

”Tidak ada putusan yang bocor, karena kita semua tahu memang belum ada putusannya," kata Denny dikutip dari Antaranews.com, Selasa (30/5/2023).

Baca: Putusan Gugatan Sistem Pemilu Diduga Bocor, MK Buka Suara

Denny mempunyai beberapa alasan terkait hal ini. Salah satunya, Denny menyebut ia menggunakan frasa "mendapatkan informasi" dan bukan "mendapatkan bocoran". Selain itu, dia mengklaim bahwa dirinya menulis "MK akan memutuskan". Bukan ”MK memutuskan”.
Dia menegaskan bahwa rahasia putusan MK ada di lembaga tersebut, sementara informasi yang ia peroleh bukan dari lingkungan MK, bukan dari hakim konstitusi maupun elemen lain di MK.”Ini perlu saya tegaskan, supaya tidak ada langkah mubazir melakukan pemeriksaan di lingkungan MK, padahal informasi yang saya dapat bukan dari pihak-pihak di MK," ucapnya.Baca: Mahfud MD Minta Polri Telusuri Informan Denny Indrayana soal Putusan MKIa juga menyinggung istilah info A1 yang digunakan Mahdud MD untuk meminta Polri melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut. Ia menyebut tak menggunakan frasa A1 karena menurutnya mengandung informasi rahasia yang sering dari intelijen.”Saya menggunakan frasa informasi dari 'orang yang sangat saya percaya kredibilitasnya'," sanggahnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News