Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Isoter milik Pemkab Kudus sendiri berada di Twin Block (TB) 4 Rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Kondisinya pun kini masih sama seperti saat digunakan sebagai lokasi isoter pada bulan Juni di dua tahun lalu saat varian Delta menyerang Kudus. Kasur-kasur fasilitas isolasi hingga air mineral baru masih ada di gudang penyimpanan.

Baca: Jokowi Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19

Baju-baju bekas alat pelindung diri (APD) milik tenaga kesehatan juga sebagian masih menumpuk di pojokan gudang yang sama dengan fasilitas lainnya.

Papan seng yang digunakan untuk menutup akses masuk TB 4 dari TB 3 juga masih terpasang. Hanya dibagian samping yang dulu terturut rapat kini sudah terbuka. Sementara akses menuju lantai dua juga masih terkunci.

Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, alasan penyiagaan ini adalah untuk berjaga-jaga jika ada pandemi lainnya yang menyerang. Mengingat sejumlah penyakit sejenis Covid-19 juga ada di masyarakat.

”Nah seperti TBC itu kan masih ada justru lebih susah sembuhnya kalau TBC itu, karena itu kami tetap standby-kan,” ujarnya.

Pemerintah, juga tetap menganggarkan penanganan Covid-19 di tahun anggaran 2023 ini melalui pos dana tidak tertuga (TT). Penganggarannya dimungkinkan bisa berlanjut di tahun depan.Hartopo menambahkan, pemerintah daerah mendapat pelajaran berharga dengan adanya pandemi Covid-19 khususnya di varian India alias Delta.”Tentu kami belajar jika segala sesuatunya harus diantisipasi dan dicegah dengan baik, ini menjadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya,” ungkap dia.Baca: Omzet Puluhan UMKM Bengkel Binaan Yayasan AHM Meningkat Usai PandemiPada bulan Juni di tahun 2021 lalu, TB 4 Rusunawa Kudus menjadi satu dari sekian isoter yang penuh sesak akan pasien covid-19. Jumlahnya bahkan mencapai seratusan lebih pasien dengan gejala ringan.Kini setelah dua tahun berlalu, rusunawa tersebut dikosongkan dan disiagakan.https://youtu.be/HBvcc3ASHokEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler