Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Area Makam Sunan Kudus yang berada di komplek Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, kini sedang tidak berselimut luwur atau kelambu putih penutup. Nilai historis dari bangunan yang sudah ada sejak tahun 1878-an itupun semakin menguat.

Cungkup Makam Sunan Kudus yang berbentuk kubus dari bebatuan kapur pun saat ini tampak sangat jelas. Ukiran dan ornamen bunga indah di dinding yang sebelumnya tertutup kain, kini juga bisa memanjakan mata para peziarah yang hadir di sana.

Tak jarang, mereka mengintip ke dalam dari balik dinding berongga tersebut. Di mana terdapat Makam Sunan Kudus Syekh Jafar Sodiq di dalamnya.

Nilai historis juga semakin terasa ketika lampu-lampu model kuno di sejumlah sudut makam dinyalakan. Ini menambah kesan adem namun sarat akan kebudayaan dari makam beralaskan tekel tersebut.

Humas Panitia kegiatan tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis mengatakan, melihat Makam Sunan Kudus tanpa luwur adalah fenomena yang langka. Mengingat pergantian luwur hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

”Biasanya saat bulan-bulan Muharram seperti ini banyak peziarah yang datang, nah saat itulah mereka bisa melihat Makam Sunan  Kudus tanpa luwur,” katanya Jumat (21/7/2023).

Dalam prosesnya sendiri, pihak yayasan melibatkan 35 perewang untuk melepaskan luwur-luwur di area Makam Sunan Kudus.  Sebagian perewang kemudian bertugas melepas luwur yang ada di dinding-dinding makam.

Sebagiannya lagi, membawanya ke luar makam untuk diurai motifnya lalu dipotong untuk kemudian dibagikan kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat.

Total panjang kain sendiri, jika diukur keseluruhan bisa mencapai 1.500 meter. Luwur yang pertama kali di lepas adalah luwur yang berada di sekeliling cungkup Makam Sunan Kudus. Kemudian diikuti luwur-luwur di sekitarnya.

Sementara Rustiana, salah satu pengunjung asal Kecamatan Jekulo mengaku kagum dengan bangunan Menara Kudus yang tanpa adanya penutup atau kelambu.

Dia bahkan mengaku kesannya lebih tenang seolah tidak ada sekat apa-apa. Sehingga dia semakin khusyuk melantunkan doa kepada yang Maha Kuasa.

”Tiap tahun ke sini dan suka pas luwurnya ditutup seperti ini, semoga di tahun depan juga bisa melihat yang sama,” tandasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler