Dua Desa di Kudus Mulai Kekeringan, 260 Jiwa Terdampak
Anggara Jiwandhana
Kamis, 31 Agustus 2023 13:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Sebanyak dua desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai alami kekeringan akibat kemarau panjang. Desa tersebut ialah di Desa Setrokalangan dan Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu di mana ada sebanyak 260 jiwa terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri mulai melakukan dropping air bersih per Selasa (29/8/2023) kemarin. Di mana masing-masing desanya digelontori 2.000 liter air bersih per dua hari sekali.
”Sebenarnya ada tiga desa, cuma kasus di Desa Kutuk hanya satu keluarga saja yang kekurangan air bersih, itu sudah kami tangani dan saat ini kami fokus di dua desa ini,” ucap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Djunaedi pada Murianews, Kamis (31/8/2023).
BPBD, sambung dia, juga menempatkan tampungan air sementara di dua desa tersebut. Sehingga air yang didropping bisa dimanfaatkan semua warga desa.
Pihak BPBD, juga telah menyiapkan 200 tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Stok air tersebut diharapkan bisa menanggulangi kekeringan yang akan menghadang Kudus.
”Kami upayakan semaksimal kamu untuk melakukan dropping, yang jelas saat ini stok air khusus untuk penanggulangan kekeringan ini masih sangat banyak,” tuturnya.
Dalam beberapa pekan ke depan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk hemat dalam menggunakan air. Penggunaan air secara bijak akan sangat mempengaruhi ketersediaan air di alam.
”Sekalipun memakai PDAM dan Pamsimas, kami harapkan warga Kudus tetap bisa menggunakannya secara bijaksana dan seperlunya,” tandasnya.
Editor: Supriyadi



