Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Para petani kencur di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan hancurnya harga kencur di pasaran. Harga normal kencur sendiri berada di angka Rp20 ribu per kilogram, namun hanya menapai Rp5 ribu/kilo.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang petani kencur dari Kecamatan Dawe, Alif Purnomo saat berbincang-bincang dengan Bupati Kudus di halaman Balai Desa Kandangmas, Kamis (7/9/2023).

Alif mengatakan, saat ini para petani tengah bingung dengan situasi harga kencur saat ini. Banyak tengkulak membeli panen mereka dengan harga yang murah entah karena apa.

”Kami harapkan dari pemerintah daerah bisa memberikan solusi pada permasalahan kami,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Didik Tri Prasetyo membenarkan anjlognya harga kencur tersebut. Fenomena ini, kata dia, baru terjadi di Kudus saja.

”Sepengetahuan kami baru di Kudus yang harganya anjlok,” katanya.

Terkait penyebab, Didik mengatakan anjlognya harga kencur ini dikarenakan para petani tidak menjualnya langsung pada konsumen. Sehingga ada penurunan harga ketika dijual lewat perantara atau tengkulak.

”Mungkin salah satu penyebabnya itu, namun akan kami coba cari tahu,” sambungnya.

Didik pun berharap para petani bisa menyiasati turunnya harga kenur ini dengan mengembangkan ide-ide kreatifnya. Jika memang dirasa harga terlalu turun drastis, maka hasil panen bisa diolah menjadi produk-produk yang berdaya jual tinggi, seperti minuman kencur dan lainnya.

”Dari dinas kami siap memfasilitasi ini, para petani bisa mendapat pendampingan dari kami,” tandasnya.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler