Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat ada 20 lebih mobil Damkar (Pemadam kebakaran) yang terlibat dalam penanganan kebakaran di Pabrik Kertas Pura Kudus.

Adapun rinciannya adalah dari Damkar BPBD Kudus sebanyak tiga unit, kemudian damkar Satpol PP dua unit, damkar PT Nojorono dua unit, damkar PT Pura empat unit, damkar Pemkab Pati satu unit, damkar Garuda Food satu unit, damkar PT Sukun satu unit, dan damkar dari Polres Kudus dan Pati tiga unit.

”Selain itu juga ada suplai dari relawan Pati dan juga ada damkar dari BPBD Pati satu unit,” ucap Subkoordinator Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Akhmad Munadji, Minggu (15/10/2023).

Saat ini, pemadaman tengah memasuki tahap pendinginan. Meski begitu, pemadaman diperkirakan akan terus berjalan hingga beberapa hari kedepan.

Kebakaran ini sempat membuat panik warga setempat. Meski pada akhirnya mereka malah menjadikan kebakaran ini sebagai tontonan.

Salah satunya adalah Lestariono (58) warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dia mengaku mengikuti proses kebakaran PT Pura tersebut. Dari awal nyala api, hingga kondisi api di pukul tiga pagi tadi.

”Saya kan memang sedang memantau air irigrasi di sini, jadi jam setengah tiga sore kemarin ada kepulan asap sudah di dekat tiang merah putih belakang pabrik itu, menjelang Maghrib api agak padam itu,” katanya pada awak media, Minggu (15/10/2023).

Dia kemudian melanjutkan ceritanya. Setelah api lumayan padam, justru di jam-jam setelahnya api semakin membesar. Hingga puncaknya sekitar pukul 23.00 WIB, api semakin membumbung hingga Minggu dini hari.

”Sekitar setengah tiga pagi tadi, apinya sudah biasa-biasa saja, ini tinggal asap saja,” tuturnya.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler