Penanganan Bencana di Jati Wetan Jadi Prioritas BBWS dan Pemkab
Anggara Jiwandhana
Rabu, 1 November 2023 12:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sepakat untuk memprioritaskan penanganan bencana banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) pada akhir tahun ini.
”Kemarin kami mendapat hasil rapatnya memang baik BBWS dan Pemkab akan memprioritaskan penanggulangan dan penanganan bencana di sana (Jati Wetan),” ucap Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, Rabu (1/11/2023).
Bergas menambahkan, dalam penanggulangan bencana, baik Pemkab Kudus maupun BBWS belum bisa melakukan pencegahan secara menyeluruh. Itu dikarenakan keterbatasan di sejumlah aspek. Oleh karena itulah, keduanya sepakat untuk memilih wilayah yang dinilai mendesak penanganan.
”Dan dipilihlah Jati Wetan tersebut,” pungkasnya.
Di desa tersebut, diketahui pihak BBWS memang akan membuat Rumah pompa banjir Tanggulangin beserta kolam retensi untuk menghentikan siklus banjir tahunan di Kudus.
Adapun anggaran yang akan digelontorkan adalah mencapai Rp 419 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk pembebasan lahan bakal pembangunan kolam. Di mana lokasinya direncanakan berada di Dukuh Gendok dan Tanggulangin di Desa Jati Wetan.
Seperti diketahui, Kecamatan Jati di Kabupaten Kudus menjadi satu kecamatan dengan potensi bencana banjir yang sangat tinggi. Utamanya di Desa Tanjungkarang, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Jati Kulon, dan Pasuruhan Lor.
Selalu di tiap tahunnya, setidaknya ada ratusan warga yang mengungsi karena rumahnya tergenang oleh air sungai yang meluap saat musim hujan.
Ketinggian rata-rata banjir di sana berkisar di 10 hingga 120 sentimeter dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan tergantung cuaca.
Editor: Cholis Anwar



