Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), akan mengejar realisasi pembangunan rumah pompa baru di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat setempat mulai was-was dengan adanya peninggian jalan lingkar di wilayah tersebut. Sehingga dikhawatirkan, ketika banjir, air akan lari ke pemukiman penduduk.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan dalam waktu dekat ini akan mencoba membangun komunikasi dengan pihak BBWS.

”Kami tau mereka was-was itu benar, nanti setelah ini akan kami kejar realisasinya,” ujarnya Rabu (22/11/2023).

Meski begitu, sambung dia, pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menekan pekerjaan tersebut bisa terealisasi dan cepat selesai. Mengingat semua hal yang berkaitan dengan itu, memiliki komitmen bersama dengan pemerintah pusat.

”Kami mengerti itu semua ada prosesnya, jadi kami akan mengupayakan semaksimal mungkin bagaimana nanti jalan keluarnya,” pungkas Bergas.

Sebelumnya, Warga Jati Wetan mulai was-was jika bencana banjir tahun ini akan lebih parah. Pasalnya, ruas jalan yang mengelilingi desa tersebut kini tengah ditinggikan.

”Ketika itu (jalan) ditinggikan, semua pasti tahu larinya air akan ke pemukiman. Warga sudah resah tapi ini proyek nasional dan kami juga kurang diajak koordinasi,”  kata Kepala Desa Jati Wetan Agus Santoso.

Dia dan warganya pun kini hanya bisa pasrah. Pasalnya pembangunan tersebut juga sudah berjalan dan hampir mencapai tahap pengerjaan akhir.

Yang diinginkan mereka saat ini adalah adanya realisasi normalisasi Sungai Wulan, pembangunan kolam retensi dan adanya penambahan kapasitas pompa air. Jika tidak segera dilaksanakan, tentu banjir tahunan di wilayahnya akan semakin tinggi seiring bertambahnya curah hujan.

”Kami hanya menagih janji saja, ini sudah November dan belum ada tanda dibuatkan hal-hal itu. Kemarin sudah ukur-ukur cuma realisasinya masih belum,” pungkasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler