Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pembangunan kolam retensi di Desa Jati Wetan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk mencegah banjir urung dilakukan. Padahal, target realisasi pembangunan seharusnya mulai dilakukan akhir tahun 2023 lalu.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan tidak memungkiri hal tersebut. Pihaknya juga belum mengetahui kapan pembangunan itu segera direalisasikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Hanya, pihaknya menjanjikan akan mengejar pembangunannya di awal tahun 2024 ini. Mengingat cuaca di kondisi sekarang masih bersahabat untuk pembangunan.
”Rencananya kan akhir bulan kemarin ya namun belum terealisasi, ya coba kami komunikasikan agar terlaksana di awal tahun ini,” ungkapnya.
Saat ini, Pemkab Kudus mulai menyiapkan antisipasi bilamana pembangunan tanggul dan kolam retensi Tanggulangin dilakukan BBWS Pemali Juwana kembali molor. Mengingat bencana banjir biasanya datang di akhir dan awal tahun.
Sejauh ini, Pemkab baru menyiagakan peranti-peranti penanggulangan banjir. Seperti mesin pompa untuk pompanisasi bilamana terjadi banjir, hingga penyiapan alat berat untuk pencegahan banjir.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk penanggulangan bencana di akhir tahun 2023 ini. Ketika nanti terjadi bencana akhir tahun, maka anggaran tersebut bisa disiapkan.
Sepanjang memang digunakan untuk penanggulangan bencana, anggaran itu bisa digunakan untuk keperluan kebencanaan apapun. Terutama hal yang berkaitan dengan logistik ataupun kebutuhan mendesak lain.
Editor: Budi Santoso



