Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – KH Em Nadjib Hassan berpulang pada Jumat (9/2/2024) siang hari tadi. Pelayat hingga karangan bunga dari para kolega serta keluarga pun terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Menara Nomor 1, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus.

Terpantau, akses menuju Menara Kudus dari arah Jalan Sunan Kudus ditutup sementara. Di depan rumah duka, didirikan tenda lengkap dengan banyak kursi untuk para pelayat. Banyak karangan bunga diletakkan di samping-samping kediaman.

Jenazah KH Em Nadjib Hassan sendiri akan dimakamkan Jumat (9/2/2024) hari ini pukul 20.00 WIB nanti. Adapun pemakaman akan dilaksankan di Pemakaman Sedio Luhur Krapyak, di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Almarhum diketahui berpulang pukul 11.30 WIB atau sebelum Salat Jumat. Beliau sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus. Hingga akhirnya menghembuskan napas di rumah sakit.

KH Najib Hasan sendiri cukup lama menjadi Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas namun tetap bisa bercanda tergantung situasinya.

Selain itu, mendiang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pemangku Makam Aulia Se-Jawa serta A’wan PBNU masa khidmah 2022-2027.

Meski lahir di area Menara Kudus, namun KH Em Nadjib Hassan tidak mengenyam pendidikan pesantren secara langsung. Beliau mendalami ilmu keislamannya dari tokoh-tokoh idolanya. Yakni KH HM Sya'roni Ahmadi, KH Turaichan Adjhuri dan juga Gus Mus alias K.H. Ahmad Mustofa Bisri.

Selain aktiff di Yayasan Menara, mendiang KH Em Nadjib juga aktif di Nahdlatul Ulama. Beliau sudah aktif sejak tahun 1998 di tingkat Jawa Tengah sampai tahun 2012.

Kemudian pada tahun 2015, mendiang didaulat sebagai Ketua Bahtsul Masail NU Kudus.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler