Pilkada Kudus 2024
Pilkada Kudus 2024: Masan Dinilai Punya Golden Tiket
Anggara Jiwandhana
Senin, 1 April 2024 22:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Bursa pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah, kian memanas. Banyak nama-nama mulai bermunculan seiring mulai dibukanya tahapan Pilkada Kudus 2024.
Nama-nama baru seperti Imam Baikuni, Irwansyah, Samani Intakoris, Sandung Hidayat hingga Bellinda Birton pun kian santer didengar. Mawahib dari Golkar juga mulai terbar foto sebagai ajang sosialisasi jika mereka akan maju ke kontestasi empat tahunan itu.
Meski begitu, calon kawakan, Masan, yang kini menjadi Ketua DPRD Kudus dinilai lebih unggul dari calon-calon lainnya. Politisi PDI Perjuangan itu juga bahkan disebut memiliki golden tiket untuk maju ke Pilkada Kudus 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati politik dari Forum Masyarakat Peduli Demokrasi Mahmudun, Senin (1/4/2024).
”Semakin banyak calon tentu semakin bagus, namun saat ini Masan punya peluang lebih dibanding lainnya jika maju dari jalur parpol,” kata Mahmudun pada Murianews.com.
Alasannya adalah karena saat ini satu-satunya partai politik yang sudah bisa mengusung cabup-cawabup hanyalah PDI Perjuangan saja. Masan juga merupakan seorang Ketua DPC di partai itu, sehingga sangat besar kemungkinan jika ia direkomendasikan oleh Parpol berlambang banteng tersebut.
Sementara Mawahib, Bellinda, Samani, Irwansyah, Sandung, hingga Imam Baikuni harus bisa mengumpulkan restu dari sejumlah parpol untuk maju ke kontestasi itu.
”Kalau lewat jalur individu kami rasa akan sangat berat, yang realistis adalah rekom dari Parpol yang ada untuk mengusung mereka dan Masan sudah memiliki itu, tinggal dia mau nyalon atau tidak,” sambung Mahmudun.
Meski demikian, tambah dia, kontestasi ini masih cukup lama. Gejolak politik juga masih akan berjalan seiring berjalannya waktu. Mahmudun meyakini akan ada calon yang terseleksi sebelum Pilkada Kudus 2024 dilangsungkan.
”Tinggal nanti bagaimana parpol dan masyarakat yang menentukan, kita simak saja,” tuturnya.
Editor: Supriyadi



