Geger Surat Perjanjian MBG di Kulon Progo, Sekolah Diminta Ini
Anggara Jiwandhana
Kamis, 25 September 2025 15:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kulon Progo – Surat perjanjian kerja sama yang mengatur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi sorotan. Itu karena salah satu poinnya meminta pihak sekolah merahasiakan insiden seperti keracunan.
Surat perjanjian MBG tersebut berisi komitmen antara pihak sekolah sebagai Penerima MBG (Pihak Kedua) dengan penyalur MBG (Pihak Pertama) apabila terjadi masalah.
”Apabila terjadi kejadian luar biasa, seperti keracunan, ketidaklengkapan isi dalam paket makanan, dan kondisi lainnya yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan program ini, Pihak Kedua (Sekolah) berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan informasi dan menyelesaikan dengan kekeluargaan hingga Pihak Pertama menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” demikian bunyi poin terakhir surat tersebut, dilansir dari detikcom Kamis (25/9/2025).
Kepala SMPN 3 Wates Tugiono, membenarkan adanya surat perjanjian tersebut. Ia menyebut itu adalah Memorandum of Understanding (MoU) dengan SPPG Triharjo, penyalur MBG di sekolahnya.
Tugiono menjelaskan bahwa poin tersebut bukan bermaksud untuk merahasiakan secara total, melainkan untuk menunda informasi keluar ke masyarakat hingga ada kepastian dan mengutamakan penyelesaian secara internal.
”Bukan merahasiakan, hanya mencari solusi. Jadi pihak satu dua saling mencari penyelesaian bersama gitu,” ujarnya.
Dinas angkat bicara...
- 1
- 2



