Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ada Potensi Berbeda!
Anggara Jiwandhana
Kamis, 19 Maret 2026 12:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Analisis BMKG dan BRIN
Berbeda dengan Muhammadiyah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan prediksi yang mengarah pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
BMKG menjelaskan, konjungsi atau ijtima terjadi pada Kamis (19/3/2026) pukul 08.23 WIB. Namun, saat matahari terbenam pada hari tersebut, ketinggian hilal di Indonesia masih rendah, yakni antara 0,91° hingga 3,13° dengan elongasi 4,54° hingga 6,1°.
Data ini menunjukkan posisi hilal berada di ambang batas minimal pemantauan.
Sementara Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026.
Hal ini dikarenakan posisi hilal di wilayah Asia Tenggara pada Kamis sore belum memenuhi kriteria baru MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°). Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.
Pemerintah dan NU...



