Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Ibu kota kembali menghadapi masalahlingkungan saat puncak arus balik Lebaran gelombang kedua berlangsung. Berdasarkan pantauan terkini pada Minggu (29/3/2026) pagi, parameter udara Jakarta menunjukkan penurunan kualitas.

Titiknya bahkan kembali menyentuh level tidak sehat, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kesehatan sensitif.

Data dari situs pemantau kualitas udara dunia, IQAir, pada pukul 06.00 WIB menempatkan udara Jakarta ini pada peringkat ketujuh sebagai wilayah dengan polusi terburuk secara global.

Indeks kualitas udara atau AQI pada titik udara Jakarta tersebut berada di angka 159, dengan konsentrasi partikel halus (PM 2.5) yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan bagi pernapasan manusia.

Buruknya kondisi udara Jakarta ini hanya terpaut beberapa tingkat di bawah Delhi (India), Chiang Mai (Thailand), dan Dhaka (Bangladesh) yang menduduki posisi tiga besar dunia.

Tingginya angka partikel PM 2.5 pada udara Jakarta yang berukuran kurang dari 2,5 mikron ini sangat berbahaya karena dapat memicu kematian dini bagi penderita gangguan jantung maupun paru-paru kronis jika terpapar dalam jangka panjang.

Lonjakan kendaraan...  

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler