Ribuan Ikan Mati Mendadak di Lumajang, tapi Warga Tidak Kaget
Anggara Jiwandhana
Senin, 27 Juli 2026 11:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Lumajang – Ribuan ikan di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, ditemukan mati mendadak pada Senin (27/7/2026). Namun, warga tidak kaget dengan ribuan ikan mati massal mendadak ini.
Fenomena ribuan ikan mati mendadak ini merupakan fenomena tahunan. Ini terjadi akibat naiknya kandungan belerang dari dasar danau yang dipicu oleh cuaca ekstrem kemarau.
Tak hanya ikan liar, ikan budidaya keramba milik warga juga ikut mati mendadak. Adapun jenisnya mulai dari jenis nila, mujair, hingga bandeng.
”Ikan yang mati tidak hanya di dalam keramba, tetapi ikan liar juga,” ungkap warga setempat, Agil, sebagaimana dilansir detikcom, Senin (27/7/2026).
Naiknya belerang ke permukaan (upwelling) membuat kadar oksigen terlarut di air danau anjlok drastis.
Mati mendadak...
Akibatnya, ribuan ikan lemas dan naik ke permukaan untuk mencari udara sebelum akhirnya mati mengambang.
Warga menyebut musibah ribuan ikan mati mendadak ini merupakan siklus tahunan saat puncak musim dingin dan kemarau tiba.
Pembudidaya lokal kini hanya bisa pasrah sembari menunggu kondisi air kembali stabil agar aktivitas perikanan dapat berjalan normal.
”Ya mau gimana lagi namanya juga sudah cuaca, harapannya cuaca kembali seperti biasanya,” pungkas Agil.



