Tangani Stunting, Pemkab Jepara Benchmarking dengan Sukoharjo
Budi Santoso
Selasa, 30 Mei 2023 12:42:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Sosrokartono, Senin, (29/5/2023) tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, didampingi Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, pimpinan perangkat daerah dan kepala puskesmas se Kabupaten Jepara.
"Prioritas kita harus memperbaiki data. Jangan berbeda-beda, kita crosscheck lagi," ujar Edy Supriyanta.
Dirinya mendapatkan laporan bawasannya di Kabupaten Jepara ada 15.880 baduta yang sudah diperiksa. Namun data antara Dinas Kesehatan dengan DP3AP2KB belum cocok satu sama lain.
Hal tersebut menimbulkan masalah terkait penyampaian laporan penanganan stunting ke tingkat nasional. Untuk itu, Pj Bupati memerintahkan agar melakukan kolaborasi pencocokan data sehingga terdapat kepastian jumlah anak stunting yang harus diatasi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



