Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pantai Selatan Cianjur, Jawa Barat diterjang ombak besar dalam dua hari terakhir. Akibat kejadian ini, puluhan perahu milik nelayan setempat mengalami kerusakan.

Di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, akibat gelombang tinggi yang terjadi sejak dua hari terakhir menimbulkan kerusakan pada 30 perahu nelayan. Perahu-perahu yang ditambatkan di dermaga rusak, sementara dua lainya terbawa arus.

Perahu-perahu yang rusak disebabkan karena saling berbenturan saat ditambatkan. Sebagian besar perahu akhirnya di letakan di daratan oleh para pemiliknya setelah muncul gelombang tinggi.

Dalam satu bulan terakhir nelayan di pantai selatan Cianjur juga sudah tidak melaut. Hal itu terjadi karena munculnya cuaca ekstrem yang disertai dean gelombang tinggi.

Menurut CNNIndonesia, ombak besar berupa gelombang tinggi terjadi di sepanjang pantai selatan Cianjur. Dalam dua hari terakhir, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat di pesisir pantai Cianjur.

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang disebabkan ombak besar ini. Sebagian besar perahu mengalami kerusakan karena terhempas oleh gelombang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya membenarkan kejadian ini. Menurutnya, berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem seperti ini akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur hingga akhir Maret. Gelombang laut diperkirakan bisa mencapai 5 meter.

"Kami belum dapat laporan pasti, namun saat ini petugas sudah disebar ke sejumlah wilayah di pantai selatan untuk melakukan pendataan. Laporan sementara puluhan perahu rusak di Pantai Apra, Jayanti, dan sejumlah pantai lainnya, karena cuaca ekstrem," jelasnya, Selasa (12/3/2024).

Melihat situasi cuaca yang terjadi, BPBD Cianjur meminta warga masyarakat untuk membatasi aktivitas mereka. Khususnya para nelayan dan wisatawan tidak diperkenankan melaut untuk sementara waktu.

Saat ini hujan deras dengan disertai angin kencang masih terus terjadi. Hal ini juga ditambah dengan ketinggian ombak yang terjadi juga bisa dikatakan sangat tinggi.

Semua pengelola wisata di kawasan Pantai Selatan Cianjur, juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan dan pengamanan terhadap wisatawan diminta ditingkatkan terutama di pantai dan sungai yang menjadi lokasi wisata.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler