Pasca Banjir di Utara Sumatera, TNI Bangun 17 Jembatan Bailey
Budi Santoso
Sabtu, 10 Januari 2026 13:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – TNI Angkatan Darat terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur pascabanjir bandang yang melanda wilayah utara Sumatera pada akhir November 2025. Hingga awal Januari 2026 ini, sebanyak 17 jembatan bailey telah berhasil dibangun di berbagai titik terdampak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak seperti dilansir Antara menyetakan, bahwa pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari target 40 unit jembatan bailey yang direncanakan. Selain itu, 13 jembatan aramco juga telah rampung dan jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai 50 unit.
“Semua pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang dan konstruksi yang kuat. Tujuannya agar jembatan ini mampu dilalui kendaraan berat dan mendukung pemulihan fasilitas publik seperti sekolah dan sarana umum,” ujar Jenderal Maruli dalam keterangan yang dilansir Antara, Sabtu (10/1/2026).
Untuk memastikan progres di lapangan, KSAD turun langsung meninjau pembangunan jembatan aramco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pihaknya menekankan pentingnya jembatan ini sebagai jalur vital yang menghubungkan masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.
Tak hanya membangun jembatan, TNI AD juga mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, guna mempercepat proses normalisasi wilayah terdampak banjir. Khususnya di Tapanuli Tengah, penanganan ini sudah dilakukan.
“Pemulihan pascabencana bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kerja keras, sinergi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat agar hasilnya benar-benar dirasakan,” tegas KSAD.
Jenderal Maruli juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap percepatan rehabilitasi. Fokus pemulihan tak hanya pada infrastruktur jembatan, tetapi juga mencakup pembangunan rumah warga, fasilitas dasar, hingga penyediaan air bersih di sekolah-sekolah.
“Semua program ini dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah pascabencana,” pungkasnya.



