Dalam operasi Longsor Cisarua ini, tim SAR Gabungan mengerahkan 18 unit alat berat berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300. Penggunaan alat berat dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
“Penggunaan alat berat kami sesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil asesmen keselamatan agar tetap efektif tanpa mengabaikan keamanan personel,” ujar Ade.
Operasi SAR di bencana Longsor Cisarua kini melibatkan 3.713 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, kementerian dan lembaga terkait, serta relawan. Pencarian akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun material longsor berhasil ditemukan.
Murianews, Bandung – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas area pencarian korban bencana longsor Cisarua di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Keputusan ini diambil setelah memasuki hari kesembilan upaya pencarian korban.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, seperti dilansir Antara mengatakan, fokus operasi SAR saat ini adalah optimalisasi pencarian di sektor-sektor prioritas. Pencarian tetap akan mengedepankan keselamatan personel, mengingat potensi cuaca buruk dan risiko longsor susulan masih ada.
“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujar Ade di Bandung, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan data sementara, jumlah korban longsor Cisarua yang terdampak mencapai 158 jiwa. Rinciannya, sebanyak 78 orang selamat, 70 korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal, sementara 10 korban lainnya masih dalam status pencarian dan diduga tertimbun material longsoran.
Sebelum pencarian dimulai, tim SAR Gabungan melakukan asesmen kondisi lapangan menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.
“Setelah area dinyatakan aman oleh safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk menelusuri titik-titik potensial keberadaan korban di tiga sektor pencarian,” katanya.
Operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan dimulai pukul 08.00 WIB dan difokuskan pada tiga sektor. Metode yang digunakan meliputi pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.
Alat Berat...
Dalam operasi Longsor Cisarua ini, tim SAR Gabungan mengerahkan 18 unit alat berat berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300. Penggunaan alat berat dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
“Penggunaan alat berat kami sesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil asesmen keselamatan agar tetap efektif tanpa mengabaikan keamanan personel,” ujar Ade.
Operasi SAR di bencana Longsor Cisarua kini melibatkan 3.713 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, kementerian dan lembaga terkait, serta relawan. Pencarian akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun material longsor berhasil ditemukan.