Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, seperti dilansir dari Antara mengatakan, selain jalan tol sebagai pilihan utama, pemudik bisa mempertimbangkan Jalur Pantura yang membentang di Pantai Utara Jawa atau Jalur Pansela yang melintasi kawasan Pantai Selatan.
Kedua jalur itu memiliki karakter jalur yang berbeda namun sama-sama potensial sebagai jalur mudik bagi masyarakat pada momen mudik Lebaran 2026. Menurutnya, dalam kondisi tertentu, jalur arteri tersebut justru menawarkan waktu tempuh yang lebih terukur dan meminimalkan risiko terjebak antrean panjang kendaraan di ruas jalan tol utama.
Djoko menjelaskan, Jalur Pantura selama ini dikenal sebagai jalur legendaris yang menghubungkan berbagai kota penting di pesisir utara Jawa. Jalur ini memiliki infrastruktur yang relatif matang karena menjadi urat nadi distribusi logistik nasional.
Sementara itu, Jalur Pansela menawarkan alternatif perjalanan dengan panorama alam yang indah serta arus lalu lintas yang cenderung lebih landai dibandingkan kepadatan ekstrem di sejumlah ruas Jalan Tol. Terutama saat puncak arus mudik dan arus balik, jalur selatan sangat layak menjadi opsi alternatif.
Kombinasi karakter geografis, sebaran kendaraan, serta variasi titik istirahat membuat jalur Pantura dan Jalur Pansela dinilai bisa menjadi opsi rasional bagi pemudik. Terutama jika ingin menghindari penumpukan kendaraan di koridor tol favorit yang ada di Jawa.
Meski demikian, Djoko mengingatkan, optimalisasi jalur mudik di jalur arteri memerlukan kesiapan matang dari pemerintah pusat maupun daerah menjelang Mudik Lebaran 2026. Salah satu persoalan klasik yang masih kerap muncul di Jalur Pantura adalah keberadaan pasar tumpah yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan, terutama di wilayah perkotaan dan sentra ekonomi masyarakat.
Murianews, Jakarta – Pengamat transportasi menilai jalur mudik melalui jalur arteri di Pulau Jawa seperti Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) dapat menjadi opsi alternatif jalur mudik 2026. Terutama saat kepadatan di Jalan Tol Trans Jawa tak terhindarkan.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, seperti dilansir dari Antara mengatakan, selain jalan tol sebagai pilihan utama, pemudik bisa mempertimbangkan Jalur Pantura yang membentang di Pantai Utara Jawa atau Jalur Pansela yang melintasi kawasan Pantai Selatan.
Kedua jalur itu memiliki karakter jalur yang berbeda namun sama-sama potensial sebagai jalur mudik bagi masyarakat pada momen mudik Lebaran 2026. Menurutnya, dalam kondisi tertentu, jalur arteri tersebut justru menawarkan waktu tempuh yang lebih terukur dan meminimalkan risiko terjebak antrean panjang kendaraan di ruas jalan tol utama.
Djoko menjelaskan, Jalur Pantura selama ini dikenal sebagai jalur legendaris yang menghubungkan berbagai kota penting di pesisir utara Jawa. Jalur ini memiliki infrastruktur yang relatif matang karena menjadi urat nadi distribusi logistik nasional.
Sementara itu, Jalur Pansela menawarkan alternatif perjalanan dengan panorama alam yang indah serta arus lalu lintas yang cenderung lebih landai dibandingkan kepadatan ekstrem di sejumlah ruas Jalan Tol. Terutama saat puncak arus mudik dan arus balik, jalur selatan sangat layak menjadi opsi alternatif.
Kombinasi karakter geografis, sebaran kendaraan, serta variasi titik istirahat membuat jalur Pantura dan Jalur Pansela dinilai bisa menjadi opsi rasional bagi pemudik. Terutama jika ingin menghindari penumpukan kendaraan di koridor tol favorit yang ada di Jawa.
Meski demikian, Djoko mengingatkan, optimalisasi jalur mudik di jalur arteri memerlukan kesiapan matang dari pemerintah pusat maupun daerah menjelang Mudik Lebaran 2026. Salah satu persoalan klasik yang masih kerap muncul di Jalur Pantura adalah keberadaan pasar tumpah yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan, terutama di wilayah perkotaan dan sentra ekonomi masyarakat.
Penrangan Jalan...
Selain itu, perbaikan fasilitas dasar seperti penerangan jalan umum menjadi kebutuhan mendesak agar ruas di kawasan Pantai Utara maupun Pantai Selatan tidak gelap saat dilintasi pemudik pada malam hari. Ini yang menurutnya perlu dipikirkan.
“Penerangan jalan umum harus tersedia, bukan hanya di jalan nasional tetapi juga hingga jalan kabupaten dan kota,” tegas Djoko, Rabu (18/2/2026) seraya menambahkan, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap skema pengaturan arus Jalur Mudik.
Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi Jalur Pansela maupun Jalur Pantura sebagai alternatif hanya akan menjadi wacana tanpa implementasi optimal. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dan percepatan penanganan titik rawan menjadi kunci agar jalur arteri benar-benar siap menjadi penopang mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya telah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna memperkuat pengawasan di sejumlah titik rawan arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah menaruh perhatian besar pada wilayah Jawa Barat karena menjadi simpul pergerakan kendaraan dari dan menuju Jakarta.
Termasuk pada koridor tol Jakarta–Cikampek yang selama ini identik dengan kepadatan tinggi. Penguatan pengawasan diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan serta mencegah penumpukan kendaraan, baik di Jalan Tol maupun di jalur arteri seperti Pantura dan Pansela.
Pergerakan...
Berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan survei sebelumnya, pemerintah mengingatkan realisasi di lapangan berpotensi lebih tinggi.
Ini sebagaimana pernah terjadi pada Lebaran 2025 ketika data berbasis Mobile Positioning Data mencatat pergerakan mencapai 154,62 juta orang. Dengan dominasi penggunaan mobil pribadi sekitar 53 persen, tekanan terhadap Jalur Mudik, khususnya Jalan Tol, diperkirakan tetap signifikan.
Kondisi tersebut memperkuat urgensi diversifikasi rute perjalanan, termasuk mendorong pemanfaatan Jalur Pantura dan Jalur Pansela sebagai alternatif realistis. Jika dikelola dengan baik melalui penanganan pasar tumpah, peningkatan penerangan, serta pengawasan di titik rawan, jalur arteri di Pantai Utara dan Pantai Selatan dapat berperan penting dalam mendistribusikan beban lalu lintas.
Dengan begitu, pengalaman Mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan masyarakat yang kembali ke kampung halaman.