Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Selama empat hari mulai Rabu (25/2/2026) - Sabtu (28/2/2026), diperkirakan berpotensi terjadi gelombang laut tinggi di perairan Jawa, Bali dan NTB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan hal ini, melalui keterangan pernya.

Pekiraan potensi terjadinya gelombang laut tinggi bisa saja akan menimbulkan gangguan pada kegiatan kemaritiman. Terutama untuk pelayaran kapal logistik dan nelayan, potensi gelombang laut tinggi ini diminta untuk diwaspadai.

Menurut BMKG, gelombang laut yang diperkirakan terjad pada periode 25-28 Februari 2026 ini bisa mencapai 4 meter. Gelombang laut tinggi ini berpotensi terjadi di perairan jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo dalam keterangan yang dilansir Antara, Rabu (25/2/2026), mengatakan, peringatan dini tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi. Pihak-pihak yang berhubungan diharapkan bisa mengambil langkah untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat gelombang laut tinggi.

Masih menurut BMKG, gelombang laut tinggi akan berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Gelombang laut setinggi 2,50-4,0 meter disebutkan bisa terjadi di perairan Samudra Hindia selatan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.

Selain di wilayah selatan Indonesia, potensi gelombang laut tinggi juga diprakirakan bisa terjadi di Samudra Pasifik. Perairan di sebelah utara Papua pada periode yang sama diperkirakan juga bisa mengalami gelombang laut tinggi.

Gelombang laut tinggi yang berpotensi terjadi dinilai akan memberi resiko tinggi bagi keselamatan perahu nelayan, kapal kapal tongkang, dan kapal feri. Terutama jika tidak disertai kesiapan alat keselamatan dan pemantauan cuaca secara berkala, resiko kecelakaan sangat tinggi.

BMKG meminta agar operator pelayaran di wilayah-wilayah tersebut dengan seksama memperhatikan informasi cuaca maritim terkini. Jika memang situasi membahayakan kerena gelombang laut tinggi, diminta untuk menunda aktivitas melaut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler