Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Palu – Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (28/2/2026) petang. Gempa Toli-Toli ini dilaporkan terjadi pada pukul 13.52 WIB.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dilansir Antara, Gempa Toli-Toli ini merupakan gempa tektonik. Guncangan terjadi di darat dengan episenter terletak pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 121,01° Bujur Timur.

Menurut BMKG lokasi pastinya berada sekitar 50 kilometer timur laut Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Dari data yang ada di BMKG, kedalaman gempa Toli-Toli tercatat berada di kedalaman 10 kilometer.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, Gempa Toli-Toli tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Berdasarkan hasil analisis parameter terkini, magnitudo gempa diperbarui menjadi M5,5.

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Toli-Toli dan Buol, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI, pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara itu, di Pohuwato, getaran dirasakan pada skala II–III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk berlalu.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” jelasnya.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat informasi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa Gempa Toli-Toli tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gempa dan dampaknya di lapangan.

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa Toli-Toli ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga melaporkan terjadi gempa Toli-Toli memunculkan gempa susulan hingga pukul 14.30 WIB didasarka hasil monitoring. Dua gempa susulan tersebut masing-masing berkekuatan M2,7 dan M3,2. BMKG menyatakan aktivitas susulan masih mungkin terjadi, namun masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap waspada.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler