Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari informasi yang didapatkan, penangkapan dilakukan pada Rabu (30/9/2020) pagi kemarin. Terduga pelaku yang ditangkap diketahui tinggal di rumah kontrakan di dukuh tersebut.

Menurut penuturan Khudori, warga setempat, tim yang melakukan penangkapan menggunakan mobil berwarna oranye.

"Saya tidak tahu pastinya. Tapi informasinya Densus 88 yang datang dan yang dibawa katanya teroris. Tapi apakah benar atau tidak, saya sendiri belum tahu," katanya, Kamis (1/10/2020).

Dia menambahkan, penangkapan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Disebutkannya ada banyak warga yang menonton saat petugas membawa terduga pelaku.

Baca juga:
Hanya saja, mereka juga tidak tahu ada secara pasti mengenai kasusnya. Mengingat, penghuni kontrakan itu memang bukan orang asli Pamotan. "Hanya orang ngontrak saja. Bukan orang Pamotan," imbuhnya.Dari informasi yang dihimpun, kondisi kontrakan terduga teroris sempat dipasangi garis polisi. Sementara terduga teroris diamankan di Mapolda Jawa Tengah. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler