Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Mondoteko, Rembang Sudarto mengatakan, akibat banjir tersebut ada puluhan rumah warga yang rusak. Saat ini, warga gorong royong untuk membantu memperbaiki rumah-rumah itu.

"Ada yang rusak, tapi tidak begitu parah. Kalau aktivitas warga ya, bersih-bersih. Karena banjir ini kan mendadak, warga tidak bisa mengamankan perabot rumah tangga. Sehingga ada yang terbawa air, ada yang masih di dalam, tapi kotor," ungkapnya, Senin (30/11/2020).

Selain rumah, lanjutnya, ada juga saluran air yang rusak. Karena memang banjirnya tinggi dan aliran airnya cukup deras. Apalagi, saluran air yang ada saat ini tidak begitu lebar.

"Salurannya ini kan sempit. Sementara debit air cukup tinggi. Ya, saluran tidak mampu menampung air, sehingga meluber ke perumahan warga," imbuhnya.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Pramojo mengatakan, setidaknya ada bebetapa hal yang menyebabkan banjir di wilayah Rembang. Pertama karena curah hujan tinggi dengan waktu yang cukup lama.

"Kemudian beberapa sungai saat ini sudah mengalami pendangkalan. Bahkan ada juga yang mengalami penyempitan. Dengan kondisi seperti ini, tentu ketika hujan deras, sungai tidak kuasa menahan laju air," terangnya.
"Kemudian beberapa sungai saat ini sudah mengalami pendangkalan. Bahkan ada juga yang mengalami penyempitan. Dengan kondisi seperti ini, tentu ketika hujan deras, sungai tidak kuasa menahan laju air," terangnya.Baca: Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Rembang, Warga DievakuasiPenyebab lain adalah banyaknya saluran air yang sempit. Kemudian banyaknya sampah di saluran air tersebut. Menututnya, sampah ini menjadi momok menakutkan saat musim hujan."Kalau sampah dibuang di saluran aiar atau pun sungai, nanti malah menumpuk. Kalau sudah menumpuk, air tidak bisa mengalir deras, yang ada malah meluap. Kami mohon, jangan buang sampah di saluran air ataupun sungai. Buang sampah pada tempatnya," tandas Pramojo. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler