Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Muntahan lava pijar ini terjadi pada Jumat (24/3/2023) malam hingga Sabtu (25/3/2023) dini hari. Masyarakat yang berada di wilayah tersebut pun diminta untuk waspada adanya awan panas guguran.

Petugas pos pantau gunung api (PPGA) Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan, dalam periode pengamatan pukul 18.00 - 00.00 WIB, guguran lava pijar terjadi tiga kali dengan jarak luncur 1.000 - 2.000 meter.

Baca: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspada

Selain itu, letusan asap berwarna putih kelabu teramati secara visual sebanyak 17 kali dengan ketinggian 300 - 500 meter di atas puncak.

”Teramati tiga guguran lava pijar jarak luncur 1.000 - 2.000 meter mengarah ke tenggara,” kata Sigit mengutip Kompas.com, Sabtu (25/3/2023).Secara kegempaan, seismograf merekam telah terjadi 17 kali gempa letusan dengan amplitudo 12 - 22 milimeter dalam periode pengamatan tersebut.Baca: Gunung Semeru Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1,5 KilometerMenurut Sigit, sampai saat ini status Gunung Semeru masih berada di level III (Siaga) meski aktivitas vulkanik masih terus terjadi setiap hari.”Tingkat aktivitas Gunung Semeru hingga saat ini masih level 3 atau Siaga,” jelasnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler