Bayi yang merupakan anak warga Kecamatan Pati itu Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) itu hilang sejak Senin (1/5/2023) kemarin.
Ibu bayi tersebut mengatakan, setelah bayinya itu tidak ada di kamar, ia bersama dengan suaminya kemudian melaporkan ke Ketua RT dan RW setempat yang kemudian diteruskan untuk laporan ke pihak kepolisian.
Baca: Heboh! Bayi 3 Bulan di Pati Tiba-Tiba Hilang dari Rumah saat TertidurSelain itu, pihaknya juga mengaku menanyakan keberadaan puri keduanya itu kepada kiai sepuh. Berdasarkan saran kia sepuh tersebut, pihaknya diminta untuk melakukan upaya spiritual dengan membaca doa dan wirid khusus.
”Ini amalan yang dianjurkan kiai saya dari Pekalongan. Katanya, seandainya ini perbuatan makhluk halus, kalau sudah dibacakan ayat kursi 110 kali dan sampai pukul 10 atau 11 belum muncul, sudah pasti yang menculik manusia, tidak mungkin makhluk halus,” katanya , Selasa (2/5/2023).
Pada saat membaca ayat kursi, disediakan pula beras yang sudah dicampur dengan kunyit dan garam. Setelah selesai, beras tersebut kemudian ditaburkan ke sekeliling rumahnya dengan harapan anaknya segera kembali.
Dia menambahkan, semalam sampai dini hari tadi, ia dan suami juga sudah membaca Qur'an Surat Yasin sebanyak 41 kali.
Sementara Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo mengatakan, orang tua bayi dengan jenis kelamin perempuan itu sudah melapor ke Polsek Pati Kota mengenai kejadian ini.
Baca: Jenazah Bayi Hilang Diduga Terjatuh dari Motor di Jalan Yogyakarta-Magelang”Terkait adanya kehilangan bayi perempuan di Kampung Kauman Kelurahan Pati Kidul ini, orang tua sudah melapor ke Polsek Pati. Kemarin kami juga sudah datangi TKP dan meminta keterangan para saksi,” terangnya.Saat ini, pihaknya bersama jajaran Forkopimcam dan pemerintah di tingkat kelurahan tengah berupaya agar bayi tersebut ditemukan.Adapun mengenai apakah ini kasus penculikan, Iptu Heru Purnomo belum bisa memastikan karena masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi.”Kami belum bisa sampaikan karena masih taraf penyelidikan,” tutupnya.
Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada isi berita demi peningkatan kualitas berita.
Murianews, Pati – Orang tua (ortu) bayi usia 3 bulan yang hilang dari rumah ketika tertidur, melakukan berbagai upaya agar buah hatinya bisa kembali. Termasuk dengan melakukan cara spiritual dengan membacakan ayat kursi sebanyak 110 kali.
Bayi yang merupakan anak warga Kecamatan Pati itu Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) itu hilang sejak Senin (1/5/2023) kemarin.
Ibu bayi tersebut mengatakan, setelah bayinya itu tidak ada di kamar, ia bersama dengan suaminya kemudian melaporkan ke Ketua RT dan RW setempat yang kemudian diteruskan untuk laporan ke pihak kepolisian.
Baca: Heboh! Bayi 3 Bulan di Pati Tiba-Tiba Hilang dari Rumah saat Tertidur
Selain itu, pihaknya juga mengaku menanyakan keberadaan puri keduanya itu kepada kiai sepuh. Berdasarkan saran kia sepuh tersebut, pihaknya diminta untuk melakukan upaya spiritual dengan membaca doa dan wirid khusus.
”Ini amalan yang dianjurkan kiai saya dari Pekalongan. Katanya, seandainya ini perbuatan makhluk halus, kalau sudah dibacakan ayat kursi 110 kali dan sampai pukul 10 atau 11 belum muncul, sudah pasti yang menculik manusia, tidak mungkin makhluk halus,” katanya , Selasa (2/5/2023).
Pada saat membaca ayat kursi, disediakan pula beras yang sudah dicampur dengan kunyit dan garam. Setelah selesai, beras tersebut kemudian ditaburkan ke sekeliling rumahnya dengan harapan anaknya segera kembali.
Dia menambahkan, semalam sampai dini hari tadi, ia dan suami juga sudah membaca Qur'an Surat Yasin sebanyak 41 kali.
Sementara Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo mengatakan, orang tua bayi dengan jenis kelamin perempuan itu sudah melapor ke Polsek Pati Kota mengenai kejadian ini.
Baca: Jenazah Bayi Hilang Diduga Terjatuh dari Motor di Jalan Yogyakarta-Magelang
”Terkait adanya kehilangan bayi perempuan di Kampung Kauman Kelurahan Pati Kidul ini, orang tua sudah melapor ke Polsek Pati. Kemarin kami juga sudah datangi TKP dan meminta keterangan para saksi,” terangnya.
Saat ini, pihaknya bersama jajaran Forkopimcam dan pemerintah di tingkat kelurahan tengah berupaya agar bayi tersebut ditemukan.
Adapun mengenai apakah ini kasus penculikan, Iptu Heru Purnomo belum bisa memastikan karena masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi.
”Kami belum bisa sampaikan karena masih taraf penyelidikan,” tutupnya.
Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada isi berita demi peningkatan kualitas berita.