Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Video tersebut diunggah oleh akun @.renita.elfa pada Kamis (4/5/2023) kemarin dengan narasi bencana tanah gerak.

”Bencana tanah gerak Sawoo Ponorogo,” tulis akun tersebut.

Tampak dalam video, beberapa undak sawah terasering bergerak longsor dari atas ke bawah seperti meleleh.

Hingga Jumat (5/5/2023), unggahan tersebut dilihat lebih dari 2 juta kali, disukai lebih dari 61.500 pengguna, dan mendapat ribuan komentar.
@.renita.elfa bencana tanah gerak sawoo Ponorogo Jatim #WORLDCUPCELEBRAICETION #SerunyaLebaran #fypシ ♬ suara asli - LEO ♌



Baca: Tebing 30 Meter Longsor, Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Semarang Sempat Terputus

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, kejadian sawah longsor tersebut terjadi di Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur.Abdul Muhari mengatakan, peristiwa longsor tersebut terjadi pada Kamis (4/5/2023) pukul 07.00 WIB.”Longsor dengan material lumpur mengarah ke jembatan dan sungai dukuh setempat,” katanya mengutip Kompas.com, Kamis (5/5/2023).Menurutnya, sebelum terjadinya longsor, pemilik lahan menceritakan sempat menemukan adanya beberapa retakan dan sumber air sekitar mahkota longsor.Baca: Longsor, Pemdes Baturagung Grobogan Minta Tanggul Sungai Tuntang Diberi Anakan TanggulArea sawah yang longsor tersebut adalah lahan produktif pertanian warga. Kerugian yang dialami akibat kejadian ini yakni sekitar 1.400 meter persegi tanaman padi rusak akibat longsor.”Tidak ada korban. titik longsor kurang lebih sekitar 500 meter dari permukiman warga,” terangnya.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler