Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril menyebut, setiap tahun penderita sifilis memang mengalami peningkatan. Bahkan jika dilihat dari 2018 ke 2022 mengalami lonjakan hingga 70 persen.

Per 2022 lalu, jumlah penderita sifilis yang terdeteksi di Indonesia mencapai 20.783 kasus. Angka tersebut merupakan angka dengan lonjakan yang cukup besar jika dibandingkan pada 2018 lalu dimana angka kasus sifilis hanya sebesar 12.484.

Baca: PMI Kudus Temukan Darah Hasil Donor Mengandung HIV dan Sifilis

”Jadi pasien yang ditemukan setiap tahunnya terus bertambah, sampai sekarang mengalami lonjakan hingga 70 persen,” katanya mengutip CNNIndonesia.com, Senin (15/5/2023).

Sifilis merupakan penyakit yang tak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak, bahkan bayi bisa terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum ini.
Syahril menyebut, sifilis pada bayi bisa terjadi. Penularan bisa terjadi saat ibu yang terpapar sifilis mengalami kehamilan.Jika sifilisnya tidak ditangani, maka anak tersebut bisa tertular. Entah itu tertular melalui plasenta saat di dalam rahim, saat proses melahirkan, atau bahkan menyusui.Baca: Perlu Diketahui Para Wanita, Ini Pentingnya Melakukan Tes Darah saat HamilUntuk itu, penting melakukan tes dan pengobatan sifilis bagi mereka yang sudah dinyatakan positif. Lagi pula kata Syahril, pemerintah juga telah menyediakan fasilitas tes sifilis secara gratis yang bisa diterima semua lapisan masyarakat.”Ini yang perlu diketahui, bahwa tes sifilis bisa dilakukan di faskes-faskes, puskesmas dan semuanya gratis,” kata dia.

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler