Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto menjelaskan, AS adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang. Ia ditemukan meninggal dunia di dalam septic tank pesantren tempatnya tinggal.
Penemuan jasad AS sendiri adalah pada Rabu (7/6/2023) pagi, ketika seorang santri dan pengurus pesantren mencium bau tidak sedap dari area belakang kamar mandi. Mereka merasa penasaran dan memutuskan untuk memeriksa area tersebut dengan cara naik melalui ventilasi. Saat itulah mereka terkejut melihat jasad AS di dalam septic tank.
Baca: Pimpinan Ponpes di NTB Dilaporkan Perkosa 41 Santriwati, Begini Modusnya
Polisi segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dari pihak pesantren. Mereka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari rekan korban dan pengurus pesantren. Sementara itu, jasad AS dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



