Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, memberikan pesan kepada tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bersaing dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mencintai rakyat.

Tiga pasangan capres-cawapres yang sudah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) antara lain Ganjar-Mahfud, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

”Takutlah kepada Tuhan dan sayangi rakyat ini,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, pada Selasa (31/10/2023).

Selain itu, Gus Yahya memberikan dukungannya terhadap tindakan Presiden Joko Widodo yang mengundang ketiga pasangan capres untuk makan siang di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari sebelumnya.

Mengambil inspirasi dari momen tersebut, ia mendorong masyarakat untuk tidak terlibat dalam konflik seiring mendekatnya Pilpres 2024.

Gus Yahya berharap bahwa masyarakat akan mengambil contoh dari sikap santai ketiga pasangan capres yang tidak menunjukkan persaingan yang sengit.

”Ya, sekarang rakyat bisa melihat bahwa para capres bersikap santai. Jadi, mengapa kita harus berselisih pendapat? Mari kita juga bersikap santai,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya menjelaskan, Pilpres 2024 hanyalah bagian dari prosedur lima tahunan yang dijalankan oleh negara, dan bukan ajang pertarungan sengit di antara para kandidat.

Dia mengajak masyarakat untuk menjalani proses demokrasi dengan damai dan mendukung pasangan calon yang mereka anggap terbaik, tanpa perlu terlibat dalam konflik yang tidak perlu.

”Saya sudah menyatakan sejak awal bahwa pemilihan ini hanyalah proses demokrasi, ini bukan pertandingan tinju, ini bukan tentang orang-orang yang ingin saling menyerang atau menghancurkan satu sama lain, ini hanya proses demokrasi biasa,” ungkapnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler