Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Istri intelektual muslim almarhum Nurcholis Madjid atau Cak Nur, Omi Komariah datang ke Rembang bersama dengan para tokoh nasional lain. Mereka mengunjungi rumah KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Kelurahan Leteh, Kebupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), untuk membahas tentang persoalan bangsa saat ini.  

Omi dalam konferensi pers usai bertemu Gus Mus bercerita jika dirinya telah curhat kepada Gus Mus terkait kondisi pemimpin saat ini yang justru semakin tidak terkontrol. Bahkan Omi menyebut jika praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sudah semakin menggurita.

”Saya curhat kepada Gus Mus, karena saya merasa sakit, sesal dan marah. Itu semua karena dipicu oleh suatu kenyataan bahwa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), yang kita perjuangkan pada reformasi 1998 dan itu merupakan tujuan utama untuk kelangsungan negara kita, tidak ditunaikan secara sungguh-sungguh. KKN justru semakin menggurita dalam pelaksanaan penyelenggaraan negara,” kata Omi, Minggu (12/11/2023).

Dia menganalogikan bahwa negara adalah sebagai sebuah wadah atau tempat untuk mengabdi kepada rakyat.

”Tetapi itu semua sudah tidak ada rasanya. Justru negara sudah diselewengkan jauh, sebagai ajang KKN,” terang Omi.

Omi kemudian menyinggung masalah nepotisme kekuasaan yang belakangan dipertontonkan dengan rasa tidak bersalah.

”Sangat memperihatinkan sekali, bahkan nepotisme kekuasaan, Anda lihat sendiri, dipertontonkan kepada kita semua secara terbuka tanpa rasa malu dan salah sama sekali. Itu yang tadi saya menangis ke Gus Mus,” ungkapnya.  

Setelah itu, Omi kemudian mengenang kembali masa-masa pada saat dirinya masih bersama dengan Cak Nur. Saat itu, Cak Nur berpesan kepada dirinya jika dalam membangun negara, rakyat tidak boleh berhenti bersuara.

”Tapi saya juga ingat Cak nur bahwa kita tidak boleh berhenti menyerah, kita harus terus bersuara. Saya masih menaruh harapan dan optimisme kepada teman-teman, kepada rakyat Indonesia. Marilah kita bersuara untuk mengawal kemajuan masyarakat Indonesia mencapai tujuannya sebagaimana telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa,” tegasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler