Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Maluku – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya kubah lava di bagian barat kawah gunung Ibu di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Menurut Ketua Tim Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas Desi Purnamasari, kubah lava yang baru muncul ini sebelumnya tidak terlihat di Gunung Ibu.

”Kubah lava terbentuk dari erupsi-erupsi sebelumnya, bukan terjadi dalam sekejap,” ungkap Tyas dikutip dari Antara, Kamis (13/6/2024).

Kubah lava adalah tonjolan berbentuk gundukan melingkar yang terbentuk dari ekstrusi lava kental secara perlahan dari gunung berapi.

Fenomena ini disebabkan oleh magma yang keluar dari dalam bumi, lalu mendingin secara cepat, karena adanya interaksi dengan udara di permukaan.

Tyas menjelaskan, kemunculan kubah lava di Gunung Ibu terjadi akibat perpindahan lubang letusan dan fenomena perpindahan titik erupsi. Ini merupakan hal yang wajar terjadi di puncak gunung api.

Namun, Tyas juga menyoroti potensi bahaya dari kubah lava ini, seperti kemungkinan collapse yang bisa menyebabkan longsor atau guguran yang memicu aliran piroklastik.

Meskipun kemunculan kubah lava ini menarik, status Gunung Ibu tetap Awas atau level IV. Sejak 16 Mei 2024 hingga saat ini, aktivitas vulkanik dan kegempaan di Gunung Ibu masih tinggi.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari kawah aktif, dengan perluasan sektoral berjarak tujuh kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler