Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, BantenGempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Lebak, Banten, pada Kamis (15/8/2024) dini hari.

Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.55 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Dalam peringatan dini yang disampaikan melalui aplikasi infoBMKG, pusat gempa tersebut terletak pada koordinat 7.70 LS dan 106.08 BT, atau sekitar 87 kilometer dari arah barat daya Kecamatan Bayah, Lebak, Banten.

Getaran gempa ini juga dilaporkan terasa hingga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 94 kilometer dari pusat gempa, berdasarkan analisa sementara dari seismologis BMKG.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa ini disebabkan oleh aktivitas penyesaran di lempeng Eurasia.

”Gempa dangkal ini terjadi akibat aktivitas penyesaran di lempeng Eurasia atau intraplate earthquake,” ujar Daryono dikutip dari Antara.

Gempa utama terjadi pada pukul 00.55 WIB, dengan episentrum terdeteksi berada di laut pada koordinat 7,70° LS dan 106,08° BT, sekitar 95 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 25 kilometer.

Tak lama setelah gempa utama, BMKG kembali mendeteksi gempa susulan berkekuatan 3,5 magnitudo yang terjadi pada pukul 01.30 WIB.

Getaran gempa dirasakan di beberapa daerah seperti Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung dengan skala intensitas III MMI. Sementara itu, di Kota Bogor dan Garut, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI.

Daryono menjelaskan, berdasarkan hasil analisis, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler