Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Rp 6.968 Triliun per Januari 2025
Cholis Anwar
Senin, 17 Maret 2025 11:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mengalami peningkatan pada Januari 2025. Total nilai ULN Indonesia mencapai 427,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.968,25 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.300 per dollar AS.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,2 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan ULN sektor publik, yang mencakup pemerintah dan bank sentral.
Secara lebih rinci, posisi ULN pemerintah mencapai 204,8 miliar dollar AS, mencatat pertumbuhan sebesar 5,3 persen.
Meskipun meningkat, angka ini masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2024 yang sebesar 3,3 persen. Denny menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aliran modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
”Kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga menjadi faktor utama peningkatan ini,” ujarnya.
Sebagian besar ULN pemerintah masih didominasi oleh utang dengan tenor jangka panjang, yakni sebesar 99,9 persen dari total ULN pemerintah.
Denny menegaskan, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
ULN Swasta...
- 1
- 2



