Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Mulyanto, mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap perusahaan tambang nikel yang diduga merusak lingkungan di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi laut dan destinasi wisata dunia tersebut.

”Tindak tegas semua perusahaan tambang yang mencemari lingkungan laut Raja Ampat,” kata Mulyanto dikutip dari Antara, Senin (9/6/2025).

Mulyanto meminta pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penanganan PT Gag Nikel, melainkan juga menindak tegas tambang-tambang nikel lain yang tidak berizin dan merusak lingkungan di Raja Ampat.

”Yang dihebohkan dan dilaporkan masyarakat kan terutama adalah tambang yang dekat dengan objek wisata tersebut. Jangan dibelokkan atau pilih kasih,” tegasnya.

Ia mengingatkan, keindahan alami dan keanekaragaman hayati kepulauan Raja Ampat telah menjadi ikon pariwisata yang diakui dunia. karena itu, kelestariannya harus dijaga untuk generasi mendatang.

”Kekayaan alam itu harus dijaga dan diwarisi, sebagai sikap adil terhadap generasi anak-cucu mendatang,” ujarnya.

Mulyanto menilai perusahaan-perusahaan tambang tersebut lupa atau tidak konsisten pada paradigma environment social governance (ESG) sebagai perluasan dari konsep good corporate governance (GCG).

Pemerintah harus intervensi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler